Top 6+ Resep Minuman Tradisional Indonesia untuk Menghangatkan Tubuh, dari Bir Pletok hingga Wedang Ronde

Indonesia memiliki beragam minuman tradisional yang tak hanya nikmat, tetapi juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan dan menghangatkan tubuh.
Beberapa di antaranya bahkan dikenal turun-temurun sebagai ramuan alami yang bisa dinikmati kapan saja, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan.
Berikut enam resep minuman tradisional khas Nusantara seperti bir pletok, jahe secang, wedang ronde, wedang kuweni nata de coco, bajigur, dan sekoteng, lengkap dengan bahan dan cara pembuatannya, dikutip dari buku "Yuk Wedangan! Minuman Hangat Legendaris".
1. Bir Pletok
Bir pletok merupakan minuman tradisional khas Betawi yang terkenal karena cita rasanya yang hangat dan aroma rempah yang kuat. Meskipun namanya “bir”, minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali.
Bahan:
- 5 cm batang kayu manis
- 50 gram jahe merah, dimemarkan
- Segenggam kayu secang
- 2 batang serai, dimemarkan
- 100 gram gula pasir
- ¼ sdt garam
- 5 butir merica hitam bulat
- 2 buah cabai jawa
- 1 liter air
Cara membuat:
1. Rebus air hingga mendidih, lalu masukkan jahe, serai, kayu manis, merica hitam, cabai jawa, dan kayu secang. Masak hingga keluar aroma harum rempah.
2. Tambahkan gula pasir dan garam, didihkan kembali hingga gula larut sempurna.
3. Angkat, lalu sajikan bir pletok hangat. Bisa juga disajikan dalam keadaan dingin untuk sensasi berbeda.
2. Jahe Secang
Minuman jahe secang dikenal sebagai ramuan tradisional yang bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan meningkatkan daya tahan tubuh. Warna merah dari kayu secang memberikan tampilan menarik sekaligus rasa khas yang menenangkan.
Bahan:
- 1 genggam kayu secang
- 100 gram gula pasir
- 2 lembar daun pandan
- 50 gram jahe merah segar (memarkan)
- 25 gram biji selasih (rendam dalam 100 ml air hangat matang)
- 1 liter air
Cara membuat:
1. Rebus air bersama jahe, gula, daun pandan, dan kayu secang hingga mendidih dan air berubah warna merah.
2. Siapkan gelas, beri rendaman biji selasih sekitar 1/5 bagian, kemudian tuangi air rebusan jahe secang panas.
3. Hidangkan selagi hangat.
3. Wedang Ronde
Ilustrasi wedang ronde dalam mangkuk kecil.
Wedang ronde adalah minuman hangat yang berasal dari Jawa Tengah, sering dijajakan malam hari. Bola-bola ketan berwarna-warni berpadu dengan kuah jahe aromatik yang membuat tubuh terasa hangat.Bahan Ronde:
- 200 gram tepung ketan
- 3 sdm tepung tapioka
- 100 ml air panas
- 2 sdm air kapur sirih
- ½ sdt garam
- Pewarna makanan merah dan hijau
- 100 gram kacang goreng (½ dicincang halus, ½ dibiarkan utuh)
Bahan Kuah:
- 1.000 ml air
- 2 batang serai, dimemarkan
- 5 buah cengkeh
- 100 gram jahe, dimemarkan
- 100 gram gula pasir
Cara membuat:
1. Campur tepung ketan, tepung tapioka, air kapur, dan garam. Tuang air panas sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
2. Bagi adonan menjadi tiga bagian: satu diberi warna hijau, satu merah, dan satu dibiarkan putih.
3. Bentuk bulatan kecil seukuran kelereng, isi dengan kacang cincang.
4. Rebus bola-bola ronde hingga mengapung, lalu tiriskan.
5. Untuk kuah, rebus air bersama gula, serai, jahe, dan cengkeh hingga mendidih.
6. Sajikan ronde dalam mangkuk, siram kuah jahe panas, dan taburi kacang goreng.
4. Wedang Kuweni Nata de Coco
Minuman ini merupakan inovasi modern dari tradisi “wedang”. Menggunakan mangga kuweni yang harum dan nata de coco yang kenyal, wedang ini cocok disajikan hangat maupun dingin.
Bahan:
- 2 buah mangga kuweni matang (kupas dan cincang halus)
- 200 gram gula pasir
- 1 liter air
- 100 gram nata de coco, iris tipis
Cara membuat:
1. Rebus air dan gula pasir hingga mendidih, lalu angkat.
2. Masukkan kuweni cincang dan nata de coco, aduk rata.
3. Sajikan hangat atau dingin sesuai selera.
Kandungan kalori: 1 porsi sekitar 181 kalori.
5. Bajigur
Ilustrasi bajigur susu.
Bajigur adalah minuman khas Sunda yang dibuat dari campuran santan, gula merah, dan kopi bubuk. Rasanya manis gurih dengan aroma daun pandan yang menenangkan.Bahan:
- 2 sdm kopi bubuk siap pakai
- 200 gram gula merah sisir
- 1 liter santan dari 1 butir kelapa
- 100 gram kolang-kaling iris
- 3 lembar daun pandan, simpulkan
Cara membuat:
1. Campur semua bahan kecuali kolang-kaling ke dalam panci, rebus sambil diaduk hingga mendidih.
2. Saring, lalu rebus kembali santan yang sudah disaring.
3. Masukkan kolang-kaling dan masak hingga matang.
4. Sajikan bajigur hangat bersama camilan tradisional.
6. Sekoteng
Sekoteng merupakan minuman tradisional khas Jawa yang kaya isi, terdiri dari kacang tanah, kolang-kaling, biji delima, dan jahe hangat.
Bahan:
- 150 gram biji delima merah siap pakai
- 100 gram kacang tanah goreng tanpa kulit
- 100 gram kacang hijau rebus
- 150 gram gula pasir
- 100 gram kolang-kaling rebus iris tipis
- 100 gram jahe, dikupas dan dimemarkan
Cara membuat:
1. Rebus air, jahe, dan gula pasir hingga mendidih dan harum.
2. Siapkan mangkuk atau gelas, susun biji delima, kacang hijau, kolang-kaling, roti tawar, dan kacang goreng.
3. Tuangi dengan air jahe panas, sajikan segera.
Minuman Tradisional, Warisan Rasa dan Sehat
Keenam minuman tradisional di atas bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner Nusantara yang kaya manfaat.
Kandungan jahe, kayu secang, daun pandan, hingga gula merah dikenal baik untuk melancarkan peredaran darah dan meningkatkan imunitas tubuh.
Di tengah tren minuman modern, kehadiran minuman tradisional seperti bir pletok, bajigur, atau sekoteng tetap menjadi pilihan populer bagi masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kehangatan alami dari rempah-rempah Nusantara.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.