Perjuangan Beckham Putra Bisa Sampai ke Timnas Indonesia, Ayahnya Ungkap Kisah Sang Bintang Persib: Dulunya Dia…
Nama Beckham Putra kini menjadi salah satu yang paling diperbincangkan di sepak bola Indonesia. Pemain Persib Bandung itu berhasil menembus level tertinggi dengan memperkuat Timnas Indonesia setelah melalui perjalanan panjang yang penuh perjuangan sejak usia dini.
Di balik kesuksesannya saat ini, terdapat kisah menarik yang diungkap langsung oleh sang ayah, Budi Nugraha. Mulai dari kondisi fisiknya yang kecil saat masih anak-anak, sempat bercita-cita menjadi kiper, hingga hampir berhenti bermain sepak bola karena keterbatasan biaya, semuanya menjadi bagian dari perjalanan Beckham menuju puncak kariernya.
Bakat Beckham Tidak Langsung Terlihat Seperti Gian Zola
Budi mengungkapkan bahwa bakat sepak bola sebenarnya sudah terlihat sejak Beckham masih kecil. Namun jika dibandingkan dengan kakaknya, Gian Zola, perkembangan Beckham justru tidak terlalu mencolok pada awalnya.
"Kalau Jola (Gian Zola) memang sudah kelihatan sejak usia 7 tahun. Baru bisa berjalan saja, sudah mengejar bola. Kalau Beckham berbeda, waktu kecil badannya kecil sekali. Kalau ditutup pakai caping juga masih muat," kenangnya, sebagaimana dikutip dari YouTube Yana Umar, Kamis, 11 Juni 2026.
Bahkan, Budi mengaku awalnya lebih berharap anak pertamanya, Gilang, bisa menjadi pesepak bola profesional. Karena pengalaman tersebut, ia memilih tidak memaksakan Beckham maupun Gian Zola untuk mengikuti jalan yang sama.
"Saya sebenarnya lebih memaksa Gilang untuk jadi pemain bola. Harus latihan bola, harus jadi pemain bola. Tapi ternyata bukan rezekinya. Makanya ke Jola dan Beckham saya tidak pernah memaksa. Yang penting mereka suka dulu."
Sudah Bermain Lawan Anak SMP Saat Masih SD
Titik balik yang membuat Budi yakin dengan kemampuan Beckham terjadi ketika putranya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, Beckham sudah ikut bermain dalam turnamen yang diikuti anak-anak SMP.
Budi yang datang menyaksikan pertandingan final dibuat terkesan oleh kemampuan sang anak yang mampu bersaing dengan pemain yang usianya lebih tua.
"Waktu Beckham masih SD, dia sudah ikut turnamen bersama anak-anak SMP. Saya datang menonton finalnya saat libur liga. Saya lihat kontrol bolanya pakai dada, permainannya bagus sekali. Lawannya anak-anak yang lebih besar," kisahnya.
Kemampuan tersebut terus berkembang. Saat berusia delapan tahun, Beckham bahkan bermain di kelompok umur 10 tahun dalam ajang Piala Wiro. Meski awalnya hanya menjadi pemain cadangan, ia berhasil menunjukkan kualitasnya hingga terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.
Sempat Ingin Jadi Kiper
Sebelum dikenal sebagai gelandang serang kreatif, Beckham ternyata pernah bercita-cita menjadi penjaga gawang. Sang ayah bahkan sudah membelikannya sarung tangan kiper.
Namun keinginan tersebut tidak bertahan lama karena Beckham lebih suka ikut menyerang daripada menjaga gawang.
"Waktu latihan, Beckham selalu menusuk ke depan. Padahal sudah dibelikan sarung tangan karena ingin jadi kiper. Tapi setiap latihan kiper, kalau ada bola datang malah maju ke depan lagi," ceritanya.
Melihat bakat alaminya, pelatih akhirnya membiarkan Beckham berkembang sesuai karakter bermainnya. Keputusan itu terbukti tepat karena kini ia menjadi salah satu pemain kreatif terbaik yang dimiliki Persib Bandung.
Bersinar hingga Dilirik Klub Amerika Serikat
Perjalanan Beckham berlanjut saat membela Diklat Persib dan mengikuti berbagai turnamen nasional. Salah satu pencapaian penting datang ketika ia tampil di Danone Nations Cup. "Di Danone dia juara Jawa Barat, lalu runner-up nasional."
Prestasinya menarik perhatian pelatih Timo Scheunemann yang kemudian membawanya mengikuti program ke London. Sepulang dari Inggris, peluang besar sempat datang dari luar negeri. "Waktu pulang dari London, Coach Timo bilang ke saya, 'Pak, Beckham diminta klub Amerika Serikat.'"
Namun kesempatan tersebut tidak diambil karena Beckham saat itu masih berusia sekitar 12 tahun dan keluarga merasa ia masih terlalu muda untuk merantau jauh.
Pernah Menangis Ingin Pulang dari Jepang
Meski kini dikenal memiliki mental bertanding yang kuat, Beckham ternyata pernah mengalami masa sulit saat mengikuti turnamen di Jepang. Menurut sang ayah, Beckham sempat menangis dan ingin pulang ke Indonesia karena rindu keluarga. Pengalaman itu menjadi salah satu proses yang membentuk mentalnya hingga seperti sekarang.
Budi juga menilai salah satu kelebihan terbesar Beckham adalah keberaniannya di lapangan sejak kecil. "Mental Beckham memang berbeda. Dari kecil dia berani. Kalau ada bola, selalu dikejar."
Nyaris Berhenti Bermain Karena Biaya
Di balik semua pencapaiannya, perjalanan Beckham ternyata nyaris terhenti karena faktor ekonomi. Budi mengakui biaya sekolah sepak bola saat itu cukup berat bagi keluarga.
"Kalau tidak ada bantuan Pak Haji Yoko, mungkin tidak akan ada Beckham Putra seperti sekarang."
Bantuan berupa beasiswa dan dukungan dari berbagai pihak membuat Beckham bisa terus mengembangkan bakatnya hingga akhirnya menjadi pemain profesional.
Kini Beckham Putra yang lahir di Bandung pada 29 Oktober 2001 telah menjelma menjadi salah satu pemain penting Persib Bandung dan Timnas Indonesia. Kariernya terus menanjak sejak membawa Persib U-19 menjuarai Liga 1 U-19 2018 dan menjadi pencetak gol terbanyak tim.
Bagi sang ayah, pencapaian terbesar bukan hanya soal trofi atau popularitas. Ia berharap Beckham tetap rendah hati dan terus mengukir sejarah bersama Maung Bandung. "Saya bilang ke Beckham, harus banyak bersyukur. Tidak semua pemain bisa merasakan ini."
Harapan itu bukan tanpa alasan. Setelah berhasil meraih berbagai prestasi di level klub dan mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia, Beckham Putra kini memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan mewujudkan impian menjadi salah satu legenda Persib Bandung di masa depan.