Hitung-hitungan Ranking FIFA Jika Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026, Bisa Tembus 100 Besar Dunia?
Timnas Indonesia punya kesempatan besar untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA jika mampu keluar sebagai juara Piala AFF 2026. Namun, hitung-hitungan poinnya ternyata tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang.
Skuad Garuda saat ini berada di peringkat 118 dunia dalam ranking FIFA terbaru. Posisi tersebut membuat Timnas Indonesia semakin dekat dengan beberapa negara di atasnya, termasuk Sudan, Gambia, Lebanon, dan Niger.
Piala AFF 2026 atau ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi agenda penting berikutnya bagi Timnas Indonesia. Turnamen ini bukan hanya soal gengsi Asia Tenggara, tetapi juga peluang untuk menambah poin ranking FIFA.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor-Leste. Kepastian Timor-Leste masuk grup utama didapat setelah mereka menyingkirkan Brunei Darussalam lewat kemenangan agregat 6-1 di babak playoff.
Drawing Piala AFF 2026
Berdasarkan jadwal, Timnas Indonesia akan memulai perjuangan melawan Kamboja pada 27 Juli 2026. Setelah itu, Garuda menghadapi Timor-Leste pada 31 Juli 2026, Vietnam pada 3 Agustus 2026, dan Singapura pada 7 Agustus 2026.
Jika lolos dari fase grup, Timnas Indonesia akan melanjutkan perjuangan ke semifinal dua leg pada 15-16 Agustus dan 18-19 Agustus 2026. Partai final juga digelar dua leg, yakni pada 22 Agustus dan 26 Agustus 2026.
Lalu, berapa ranking FIFA Timnas Indonesia jika berhasil menjadi juara Piala AFF 2026? Jawabannya bergantung pada lawan yang dihadapi, hasil pertandingan, serta status laga dalam perhitungan FIFA.
FIFA menggunakan metode SUM yang menghitung tambahan atau pengurangan poin berdasarkan hasil pertandingan dan kekuatan lawan. Semakin tinggi ranking lawan yang dikalahkan, semakin besar pula tambahan poin yang bisa didapat.
Dalam simulasi konservatif, laga Piala AFF dihitung sebagai pertandingan internasional di luar kalender resmi FIFA dengan bobot I=5. Dengan asumsi itu, kemenangan atas lawan seperti Thailand dan Vietnam tetap memberi poin lebih besar dibanding kemenangan atas Kamboja atau Timor-Leste.
Jika Timnas Indonesia menyapu bersih fase grup dengan kemenangan atas Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura, tambahan poinnya diperkirakan sekitar 7,37 poin. Angka itu sudah cukup membantu, tetapi belum membuat Garuda melesat terlalu jauh.
Skenario kemudian berlanjut jika Indonesia menang dua kali atas Malaysia di semifinal. Dalam simulasi tersebut, tambahan poin dari dua kemenangan atas Malaysia bisa berada di kisaran 4,24 poin.
Poin terbesar bisa datang jika Timnas Indonesia bertemu Thailand di final dan menang dalam dua leg. Dua kemenangan atas Thailand berpotensi memberi tambahan sekitar 5,76 poin karena The War Elephants berada di atas Indonesia dalam ranking FIFA.
Jika semua skenario ideal itu terjadi, total tambahan poin Timnas Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 17,38 poin. Artinya, koleksi poin Garuda bisa naik dari 1.157,14 menjadi sekitar 1.174,52 poin.
Dengan jumlah tersebut, Timnas Indonesia berpeluang naik dari peringkat 118 ke sekitar posisi 115 dunia. Garuda bisa melewati beberapa negara di atasnya seperti Sudan, Gambia, dan Lebanon, tetapi masih sangat tipis untuk menembus posisi lebih tinggi.
Meski begitu, peluang Indonesia naik ke posisi 114 dunia tetap terbuka jika negara lain di sekitar ranking tersebut kehilangan poin. Pergerakan ranking FIFA memang tidak hanya ditentukan oleh hasil Indonesia, tetapi juga hasil negara-negara pesaing di sekitar peringkat 110 sampai 120 dunia.
Namun, menjadi juara Piala AFF 2026 belum cukup untuk membawa Timnas Indonesia menembus 100 besar dunia. Selisih poin menuju zona 100 besar masih cukup jauh karena Vietnam yang berada di sekitar peringkat 99 memiliki poin di atas 1.225.
Karena itu, Piala AFF 2026 lebih realistis menjadi batu loncatan bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki posisi secara bertahap. Trofi Asia Tenggara tetap penting, tetapi misi menembus 100 besar FIFA masih membutuhkan kemenangan atas lawan-lawan dengan ranking lebih tinggi pada agenda internasional berikutnya. (fan)