Suunto Core 2 Muncul di Indonesia, Andalkan Baterai Jumbo Tahan Setahun Lebih

Suunto Core 2 Muncul di Indonesia, Andalkan Baterai Jumbo Tahan Setahun Lebih, Sertifikasi Indonesia dan AS Memperkuat Sinyal Peluncuran, Suunto Core 2 tidak memiliki sensor detak jantung atau SpO2., Baterai Jumbo, Andalan Bagi Petualang, Lebih dari Jam Biasa, Tapi Bukan Smartwatch Penuh, Ketahanan 100 Meter, Minim Sensor Kesehatan, Potensi Rilis dan Harga di Indonesia
Suunto Core 2 Muncul di Indonesia, Andalkan Baterai Jumbo Tahan Setahun Lebih

Semakin dekat dengan pasar Indonesia? Jam tangan outdoor generasi terbaru, Suunto Core 2, kembali terendus. Kali ini, perangkat bernomor model OW245 tersebut muncul dalam database e-Sertifikasi, lembaga sertifikasi perangkat telekomunikasi dalam negeri.

  • Suunto Core 2 terdaftar di database e-Sertifikasi Indonesia bertipe "Outdoor Watch".
  • Baterai CR3032 500 mAh prediksi tahan hingga beberapa tahun tanpa ganti baterai.
  • Ketahanan air hingga 100 meter, aman dipakai berenang.
  • Bekal sensor dasar seperti altimeter, barometer, dan kompas.
  • Tidak memiliki layar notifikasi, detak jantung, atau SpO2.

Sertifikasi Indonesia dan AS Memperkuat Sinyal Peluncuran

Suunto Core 2 tidak memiliki sensor detak jantung atau SpO2., Sertifikasi Indonesia dan AS Memperkuat Sinyal Peluncuran, Suunto Core 2 tidak memiliki sensor detak jantung atau SpO2., Baterai Jumbo, Andalan Bagi Petualang, Lebih dari Jam Biasa, Tapi Bukan Smartwatch Penuh, Ketahanan 100 Meter, Minim Sensor Kesehatan, Potensi Rilis dan Harga di Indonesia

Suunto Core 2 tidak memiliki sensor detak jantung atau SpO2.

Sebelumnya, Suunto Core 2 lebih dulu muncul di lembaga sertifikasi Amerika Serikat, FCC, pada bulan April lalu. Model OW245 yang sama kini dijumpai dalam pendaftaran e-Sertifikasi, memastikan bahwa jam tangan ini diproduksi di China.

Meski belum ada detail spesifikasi dari lembaga sertifikasi lokal, langkah ini menjadi angin segar. Kemunculan di berbagai sertifikasi regional biasanya menandakan bahwa jadwal perkenalan ke publik sudah semakin dekat.

Baterai Jumbo, Andalan Bagi Petualang

Salah satu peningkatan paling signifikan ada pada sektor daya. Berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan baterai koin CR2032, Suunto Core 2 mengadopsi CR3032. Kapasitasnya tercatat 500 mAh, lebih dari dua kali lipat simpanan energi di model sebelumnya.

Generasi pertama Suunto Core, yang saat ini dibanderol sekitar Rp3,2 jutaan di Amazon, sudah dikenal memiliki daya tahan baterai mencapai satu tahun. Dengan lonjakan kapasitas sebesar ini, bukan tidak mungkin Suunto Core 2 sanggup bertahan hingga bertahun-tahun dalam sekali pemasangan baterai. Sebuah nilai jual yang sangat menarik bagi para pencinta aktivitas luar ruang yang tidak ingin repot mengisi daya.

Lebih dari Jam Biasa, Tapi Bukan Smartwatch Penuh

Suunto Core 2 tetap mempertahankan DNA sebagai jam digital pintar, bukan smartwatch penuh. Perangkat ini tidak akan menampilkan notifikasi dari ponsel atau mendukung instalasi aplikasi pihak ketiga.

Sebagai gantinya, fokusnya adalah bertahan di alam bebas. Fitur seperti altimeter, barometer, dan kompas masih diandalkan. Pengguna juga bisa mengakses data cuaca, peringatan badai, pengukur kedalaman untuk snorkeling, hingga informasi prediksi waktu matahari terbit dan tenggelam. Konektivitas Bluetooth Low Energy (BLE) disematkan untuk sinkronisasi data dengan smartphone, namun tanpa membebani konsumsi daya.

Ketahanan 100 Meter, Minim Sensor Kesehatan

Sertifikasi FCC sebelumnya telah mengonfirmasi ketahanan air hingga 100 meter. Membuatnya aman dipakai untuk berenang dan berbagai aktivitas air.

Perlu dicatat, fokus Suunto Core 2 murni pada navigasi dan lingkungan, bukan metrik kesehatan. Perangkat ini tidak dibekali sensor detak jantung maupun SpO2 untuk pemantauan kadar oksigen darah. Informasi ini sejalan dengan filosofi seri Core yang mengutamakan ketangguhan dan daya tahan baterai ketimbang fitur kebugaran modern.

Potensi Rilis dan Harga di Indonesia

Hingga kini, Suunto belum memberikan pengumuman resmi terkait tanggal peluncuran global maupun harga resmi Suunto Core 2. Namun, pendaftaran di e-Sertifikasi adalah kunci utama yang membuka kemungkinan perangkat ini masuk ke Indonesia.

Berkaca dari harga Suunto Core generasi pertama yang dijual di kisaran Rp3,2 jutaan (199 dolar AS) untuk pasar internasional, generasi penerusnya bisa jadi akan bertengger di rentang harga yang serupa atau sedikit lebih tinggi.