Apa Kabar Bagus Kahfi? Wonderkid Timnas Indonesia yang Pernah di Eks Klub Ole Romeny Kini Justru Bermain Tarkam
Nama Bagus Kahfi pernah begitu dielu-elukan sebagai masa depan lini depan Timnas Indonesia. Rambut kribo khasnya, naluri gol tajam, dan keberaniannya melawan pemain asing membuat publik sempat menaruh harapan besar kepadanya.
Namun perjalanan karier Bagus Kahfi kini berada di fase yang berbeda dari ekspektasi banyak orang. Pemain asal Magelang itu masih berstatus pemain profesional bersama Barito Putera, tetapi beberapa kali dikaitkan dengan sepak bola tarkam.
Bagus saat ini tercatat sebagai bagian dari Barito Putera yang tampil di Championship 2025-2026. Kompetisi tersebut merupakan kasta kedua sepak bola Indonesia setelah Barito Putera terdegradasi dari Liga 1 musim sebelumnya.
Bagus Kahfi membukukan 15 penampilan dan mencetak satu gol di Championship. Catatan itu membuat namanya belum benar-benar kembali ke level yang dulu sempat membuat publik terpukau saat membela Timnas Indonesia kelompok umur.
Bagus Kahfi
Sorotan terhadap Bagus semakin besar karena statusnya bukan pemain biasa. Ia pernah menjadi wonderkid Timnas Indonesia yang bersinar terang bersama generasi emas U-16 asuhan Fakhri Husaini.
Bagus menjadi bagian penting ketika Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018. Pada turnamen tersebut, ia juga dikenal sebagai salah satu mesin gol paling menakutkan di kawasan Asia Tenggara.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Timnas Indonesia U-19 dan program Garuda Select. Dari sana, jalan Bagus menuju Eropa mulai terbuka meski sempat diganggu cedera parah yang membuat perkembangannya tersendat.
Momen besar datang pada 2021 ketika Bagus Kahfi resmi bergabung dengan FC Utrecht. Klub Belanda itu belakangan juga dikenal publik Indonesia karena pernah diperkuat Ole Romeny, penyerang keturunan yang kemudian membela Timnas Indonesia.
Bagus Kahfi
Saat direkrut FC Utrecht, Bagus tidak langsung masuk skuad utama. Ia lebih dulu ditempatkan di tim muda untuk menjalani proses adaptasi dengan kultur sepak bola Eropa.
Perjalanan Bagus di Belanda tidak berjalan panjang. FC Utrecht kemudian tidak mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya, sehingga Bagus harus mencari jalan baru untuk mempertahankan kariernya di Eropa.
Setelah dari Belanda, Bagus sempat bergabung dengan Asteras Tripolis di Yunani. Kepindahan itu sempat membangkitkan harapan karena ia tetap berada di Eropa dan bergabung dengan klub dari kasta tertinggi Liga Yunani.
Namun karier Bagus di Yunani juga tidak berlangsung sesuai harapan. Ia akhirnya kembali ke Indonesia dan memperkuat Barito Putera, klub yang sudah lama menjadi bagian dari perjalanan sepak bolanya.
Kepulangan Bagus ke Barito sebenarnya sempat menjadi peluang untuk membangun ulang karier. Pada awal periode keduanya bersama Laskar Antasari, ia masih mendapat ruang untuk membuktikan diri di kompetisi level tertinggi Indonesia.
Bagus Kahfi
Situasi berubah setelah Barito Putera turun kasta ke Championship. Bagus pun harus melanjutkan perjuangannya dari level kedua, jauh dari sorotan besar yang dulu mengiringi namanya saat masih disebut calon striker masa depan Timnas Indonesia.
Di tengah situasi itu, nama Bagus juga beberapa kali ramai karena tampil di sepak bola tarkam. Pada 2024, ia sempat menjadi sorotan setelah hadir dalam laga tarkam yang berujung ricuh, meski kemudian disebut tidak terlibat dalam aksi kekerasan.
Saat ini, Bagus Kahfi pun tampak sering mengikuti beberapa pertandingan di arena tarkam. Hal tersebut terekam dalam akun Instagram pribadinya yang memperlihatkan dirinya sedang bermain.
Fenomena ini membuat perjalanan Bagus terasa kontras. Di satu sisi, ia pernah menembus FC Utrecht dan Asteras Tripolis, tetapi di sisi lain namanya kini lebih sering muncul dalam pembahasan soal Barito Putera dan tarkam.
Meski demikian, Bagus Kahfi belum bisa dianggap selesai. Usianya masih 24 tahun, sehingga peluang untuk bangkit tetap terbuka jika ia mampu menjaga konsistensi dan kembali menemukan ketajaman terbaiknya. (fan)