Timnas U19 Indonesia Dibekuk Australia, Chemistry Masih Perlu Dibangun

ASEAN U19 Championship 2026, Timnas U19 Indonesia, Mathew Baker, Piala AFF U19, Timnas U19 Indonesia Dibekuk Australia, Chemistry Masih Perlu Dibangun

Kekalahan tipis Timnas U19 Indonesia dari Australia di semifinal ASEAN U19 Championship 2026 menyisakan sejumlah catatan.

Laga semifinal ASEAN U19 Championship 2026 Timnas U19 Indonesia vs Australia digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis (11/6/2026) malam.

Laga tersebut juga menjadi bahan analisis penting bagi pelatih Timnas U19 Indonesia, Nova Arianto, dalam melihat kesiapan tim menuju agenda yang lebih besar.

Salah satu sorotan terkait performa Mathew Baker yang kembali menjadi bagian dari Timnas U19 Indonesia. 

Sebelum mentas di semifinal ASEAN U19 Championship, Baker bergabung dengan timnas senior yang menjalani agenda FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik.

"Mengenai Baker sekali lagi secara kondisi sebenarnya tidak ada masalah, mungkin hanya masalah di masalah chemistry saja," kata Nova Arianto melalui rekaman suara yang diterima Kompas.com.

"Cuma berbeda dengan lini tengah dan lini depan. Mungkin itu menjadi kendala di buat chemistry karena waktu kumpul Baker juga hanya H-1," ujar Nova Arianto.

"Tapi tadi saya bilang itu bukan menjadi sebuah alasan. Tapi saya minta pemain yang sudah lebih lama berkumpul secara chemistry, secara tim bisa lebih menjadi satu lagi," imbuhnya.

ASEAN U19 Championship 2026, Timnas U19 Indonesia, Mathew Baker, Piala AFF U19, Timnas U19 Indonesia Dibekuk Australia, Chemistry Masih Perlu Dibangun

Pesepak bola Timnas Indonesia U-19 Eizar Jaco (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Australia U-19 Alexander Jesse Bolton (kiri) pada pertandingan semifinal Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026). ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/sgd

Ujian untuk Garuda Muda

Baginya, turnamen ASEAN U19 Championship yang sebelumnya bertitel Piala AFF U19 ini bukan sekadar ajang berburu gelar.

Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan pemain sekaligus melihat kebutuhan tim ke depan.

"Ya, di awal kita mulai turnamen ini, jadi turnamen ini menjadi test case kami, menjadi bahan evaluasi kami untuk ke depannya," kata mantan asisten pelatih Shin Tae-yong di timnas senior itu.

Melalui turnamen ASEAN U19 Championship ini, staf pelatih diharapkan memperoleh banyak gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan tim.

Kesempatan Mendalami Potensi Skuad

Evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah menuju Kualifikasi Piala Asia U20 2027.

"Sehingga nanti di pertandingan perebutan juara tiga-empat, kita akan mencoba semua pemain yang tidak tampil hari ini."

"Sehingga kami dari coaching staff bisa lebih clear lagi, lebih clear dalam memilih pemain yang akan kita bawa menuju kualifikasi," tutur Nova Arianto.

"Termasuk menjadi bahan evaluasi kami ke depannya apakah perlu ada penambahan pemain, ataukah ada perlu training camp, dan apakah perlu uji coba internasional, itu yang akan kita lihat," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang