Cara Membuat 3 Menu Favorit R.A. Kartini Berdasarkan Catatan Buku Resep Aslinya
Setiap tanggal 21 April, kita selalu memperingati hari lahir Raden Adjeng Kartini.
Selain perjuangannya lewat surat-surat yang inspiratif, ternyata ada sisi lain dari Kartini yang sangat menarik untuk diulik, yaitu kecintaannya pada dunia kuliner.
Siapa sangka, Kartini bukan hanya hobi membaca, tapi juga sangat telaten dalam mencatat resep masakan.
Melansir dari Tribun Travel, (21/4/21) resep-resep ini dulunya dikumpulkan oleh saudara-saudara Kartini dan dibukukan agar tetap lestari. Penasaran apa saja makanan yang sering tersaji di meja makan sang pahlawan?
Menu pertama yang sangat identik dengan Kartini adalah Ayam Besengek. Masakan khas Jepara ini sekilas mirip dengan opor, namun memiliki cita rasa yang lebih unik karena adanya proses pemanggangan.
Cara Membuat: Ayam dibumbui dengan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan jintan yang sudah dihaluskan bersama santan.
Keunikan: Sebelum disajikan, ayam yang sudah berbumbu ini dipanggang terlebih dahulu. Hasilnya? Aroma smoky yang menyatu dengan gurihnya santan kental bikin siapapun ketagihan.
2. Nasi Liwet Kedelai
Kalau biasanya kita mengenal nasi liwet khas Solo, Kartini punya versinya sendiri yang lebih sederhana namun sarat gizi, yaitu Nasi Liwet Kedelai.
Cara Membuat: Beras dimasak bersama santan, daun salam, dan garam. Yang membedakan adalah tambahan kacang kedelai yang sudah digoreng atau disangrai ke dalam rebusan nasi.
Cara Santap: Menurut catatan sejarah, Kartini sering menikmati nasi ini dengan lauk sederhana seperti sambal goreng atau sayur lodeh. Tekstur renyah dari kedelai memberikan sensasi makan yang berbeda.
3. Sup Pangsit Jepara
Nah, ini dia menu yang menunjukkan pengaruh pergaulan Kartini yang luas. Sup Pangsit Jepara merupakan perpaduan budaya lokal dengan sedikit sentuhan pengaruh kuliner asing yang diadaptasi sesuai lidah Jawa.
Cara Membuat: Sup ini terdiri dari kuah kaldu bening yang segar dengan isian pangsit. Isi pangsitnya biasanya berupa campuran udang atau ayam yang dicincang halus.
Cita Rasa: Berbeda dengan sup pangsit ala Tiongkok, versi Jepara ini menggunakan bumbu rempah lokal yang membuat kuahnya terasa lebih ringan namun tetap gurih.
Warisan Kuliner dalam Catatan Sejarah
Mengutip pendapat para pemerhati sejarah kuliner yang dilansir dari Tribun Travel, keberadaan buku resep yang mencatat menu-menu favorit Kartini ini membuktikan bahwa ia adalah sosok yang sangat menghargai detail dan tradisi.
Buku resep asli tersebut merupakan bukti otentik bahwa Kartini sangat memperhatikan urusan dapur sebagai bagian dari diplomasi keluarga dan budaya.
Melalui masakan, Kartini juga menunjukkan bahwa kecerdasan seorang perempuan bisa bersinar di mana saja, termasuk dalam mengolah bumbu-bumbu tradisional menjadi hidangan yang lezat.
Mencoba memasak kembali menu-menu favorit R.A. Kartini bukan sekadar urusan perut, tapi juga cara kita mengenang sisi manusiawi dari sang pejuang emansipasi.
Dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional, kamu bisa menghadirkan nuansa meja makan bangsawan Jepara di rumahmu sendiri.
Selamat mencoba memasak resep bersejarah ini ya!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang