Ancaman Virus Ebola di Piala Dunia, Donald Trump Diklaim Punya Rencana "Cuci Tangan"

Amerika Serikat, Ebola, Donald Trump, virus, Eropa, Piala Dunia, Ancaman Virus Ebola di Piala Dunia, Donald Trump Diklaim Punya Rencana

Jelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan digelar dua hari lagi, sebuah laporan mengejutkan mengenai strategi politik Donald Trump mencuat ke permukaan.

Pemerintahan Amerika Serikat dikabarkan telah menyiapkan skenario untuk mengalihkan tanggung jawab apabila terjadi wabah Ebola yang masuk ke wilayah AS selama turnamen berlangsung.

Berdasarkan laporan Axios, para pejabat di Gedung Putih di bawah komando Donald Trump sebenarnya telah menyadari adanya risiko masuknya virus mematikan tersebut.

Keadaan itu seiring dengan kedatangan jutaan penggemar ke 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

alih berfokus sepenuhnya pada langkah mitigasi, pemerintah justru disebut-sebut telah merancang narasi untuk menyalahkan kebijakan pelonggaran pembatasan perjalanan yang diterapkan oleh negara-negara Eropa jika ditemukan kasus di tanah Amerika.

Ketegangan Diplomatik di Tengah Krisis Kesehatan

Para pejabat AS dilaporkan telah mendesak para pemimpin Eropa untuk memperketat aturan perjalanan ke wilayah Afrika Tengah.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh sejumlah pemimpin Eropa dengan alasan bahwa prosedur pelacakan kontak yang sudah ada dinilai cukup memadai.

Merespons hal tersebut, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menegaskan sikap keras pemerintah.

"Negara-negara Eropa harus melakukan bagian mereka untuk memastikan wabah ini tidak menyebar lebih jauh. Tindakan diperlukan sekarang'," ujar pejabat tersebut.

Jika nantinya terjadi wabah, pemerintah AS disebut siap menimpakan kesalahan kepada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta para pemimpin Eropa yang dianggap abai.

Di tengah ancaman ini, varian virus yang menjadi perhatian utama adalah Ebola Bundibugyo, yang hingga saat ini belum memiliki vaksin serta memiliki tingkat kematian mencapai 50 persen.

Eksperimen Perpaduan Global

Amerika Serikat, Ebola, Donald Trump, virus, Eropa, Piala Dunia, Ancaman Virus Ebola di Piala Dunia, Donald Trump Diklaim Punya Rencana

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir, 13 Oktober 2025.

Secara medis, situasi ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Dr. Andres Henao, Profesor Madya Kedokteran dan Penyakit Menular di Universitas Colorado Anschutz, menyoroti besarnya risiko yang ditimbulkan dari mobilitas jutaan orang selama lima minggu.

"AS telah melarang masuknya warga negara non-AS dan Pemegang kartu hijau yang telah berada di negara-negara yang terdampak dalam 21 hari terakhir dan sedang melakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang yang bepergian dari daerah yang terdampak," ungkap Dr. Henao.

"Pihak berwenang juga mendesak negara-negara Eropa untuk menerapkan prosedur serupa seiring meningkatnya perjalanan terkait Piala Dunia. Meksiko dan Kanada juga telah memberlakukan pembatasan perjalanan."

Menurut Dr. Henao, perhelatan akbar ini menciptakan lingkungan yang rentan terhadap penyebaran penyakit.

"Jutaan penggemar akan tiba melalui berbagai bandara dan akan memadati stadion, bandara, hotel, bar, dan sistem transportasi umum selama lima minggu," tegas Dr. Andreas Henao

"Hal itu menjadikan Piala Dunia bukan hanya sebuah acara olahraga, tetapi juga eksperimen selama berminggu-minggu dalam perpaduan global yang menciptakan lingkungan yang sempurna bagi penyebaran penyakit menular."

"Acara berskala sebesar ini jarang menyebabkan wabah besar, tetapi memang menciptakan peluang terjadinya wabah dan menguji sistem kesehatan," pungkasny

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang