Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani Akhir Pekan Ini, Benarkah Perang Segera Usai?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada Kamis malam. Trump menyebut pembatalan serangan ini lantaran kedua negara tersebut telah bersepakat untuk mengakhiri konflik.
Belakangan, Trump juga mengatakan bahwa dokumen kesepakatan tersebut seharusnya dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan, bahkan mungkin ditandatangani di Eropa akhir pekan ini.
Trump berulang kali mengklaim bahwa kesepakatan dengan Iran sudah hampir tercapai atau bahwa serangan besar-besaran AS terhadap Iran akan segera dilakukan. Namun, dalam beberapa kesempatan, perundingan justru terhenti atau Trump sendiri mundur dari rencana tersebut.
Pada Kamis, ia kembali membatalkan rencana serangan dan menyatakan bahwa kesepakatan sudah dekat setelah mediator Qatar dan negosiator Iran mencapai rancangan yang mereka anggap dapat diterima, menurut laporan Axios.
Media tersebut juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu mengenai pengumuman Trump, sehingga kabar itu mengejutkannya.
“Berdasarkan fakta bahwa pembahasan dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat kepemimpinan tertinggi Iran dan telah mendapatkan persetujuan, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini," tulis Trump dikutip dari laman Times of Israel, Jumat 12 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa pembahasan dan poin-poin akhir, baik secara konseptual maupun dalam rincian yang mendalam, telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan lainnya.
Namun, Trump juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran akan tetap berlaku sepenuhnya hingga kesepakatan tersebut benar-benar diselesaikan, yang menunjukkan bahwa perjanjian itu belum final.
“Waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan,” lanjut Trump.
Setelah pernyataan tersebut, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Channel 12 bahwa Israel belum mengetahui adanya kesepakatan yang telah difinalisasi.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Teheran belum mengambil keputusan akhir mengenai kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan tidak akan mengorbankan garis merah mereka dalam perundingan, menurut kantor berita resmi IRNA.
Juru bicara kementerian Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa laporan mengenai waktu dan tempat penandatanganan masih bersifat spekulatif dan belum ada keputusan yang benar-benar final. Ia menambahkan bahwa sebagian besar teks perundingan memang sudah selesai disusun, tetapi Amerika Serikat berulang kali mengubah posisinya selama proses negosiasi berlangsung.
Meski demikian, Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa negaranya baru saja mencapai penyelesaian yang luar biasa terkait perang dengan Iran, dan saat ini tinggal menunggu finalisasi dokumen.
"Seharusnya selesai dalam beberapa hari ke depan. Mungkin akhir pekan ini. Di Eropa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak dapat hadir, tetapi Wakil Presiden JD Vance serta negosiator utama Steve Witkoff dan Jared Kushner akan menghadiri penandatanganan tersebut.
Menurut Trump, kesepakatan itu akan memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, yang menurutnya merupakan tujuan utama dari seluruh proses yang telah dijalani.
“Dokumen-dokumennya sudah hampir selesai sepenuhnya,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa pihak Iran menginginkannya sama besarnya seperti pihak-pihak lain.
Ia juga mengatakan baru saja melakukan pembicaraan telepon dengan banyak pemimpin kawasan, termasuk Netanyahu.
Trump menjelaskan bahwa kesepakatan yang sedang dirumuskan hanya mengatur persoalan material nuklir Iran secara konseptual.
Namun, hal itu tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkannya. Kepada wartawan, ia mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang berhasil mendekati” material tersebut karena lokasinya terkubur di bawah gunung setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Ketika ditanya seberapa yakin dirinya bahwa kesepakatan itu benar-benar akan ditandatangani, mengingat ia beberapa kali sebelumnya terlalu cepat mengumumkan keberhasilan perundingan, Trump menjawab bahwa dirinya cukup yakin kesepakatan itu akan segera diteken.
“Mungkin akhir pekan ini," kata dia.
Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan segera mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah kesepakatan tercapai.
Trump turut menyatakan keyakinannya bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, secara pribadi telah menyetujui kesepakatan tersebut.
“Saya memahami bahwa jawabannya adalah ya,” katanya ketika ditanya apakah Khamenei telah memberikan persetujuan.
Saat didesak mengenai kemungkinan Iran kembali mempermainkan Amerika Serikat, seperti yang sebelumnya ia tuduhkan pada Rabu, Trump menjawab bahwa ia tidak melihat hal itu terjadi kali ini karena AS telah memberikan pukulan yang sangat keras kepada Iran, termasuk dalam beberapa hari terakhir.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan yang sedang dibahas akan menjadi kesepakatan yang sangat baik bagi Iran karena mereka akan dapat membangun kembali negaranya, yang tampaknya merujuk pada keringanan sanksi yang akan diperoleh Teheran jika mematuhi syarat-syarat perjanjian.
“Ini adalah nota kesepahaman yang sangat kuat,” kata Trump.
Dia menambahkan dokumen tersebut bisa ditandatangani pada Sabtu atau Senin.
Meski rancangan kesepakatan yang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi ruang bagi pembicaraan nuklir, Trump menolak menyebutkan tenggat waktu tersebut karena tidak ingin kembali dikritik apabila jadwal itu tidak terpenuhi.
Ia juga mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, ia kemudian mengklaim bahwa jalur pelayaran strategis itu sebenarnya telah terbuka selama berbulan-bulan dan 'Anda hanya tidak mengetahuinya', merujuk pada upaya diam-diam AS untuk memastikan pengiriman minyak tetap dapat melewati selat tersebut.