Trump Sebut Dirinya Mulai Kehilangan Kesabaran Hadapi Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru saja melakukan pertemuan kenegaraan dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing. Pasca pertemuan tersebut, Trump sempat mengatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran mulai habis. Pernyataan ini disampaikan menyusul dengan ketegangan di kawasan Teluk akibat serangan baru terhadap kapal dagang di dekat Selat Hormuz.
Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump mendesak Iran segera mencapai kesepakatan dengan Iran setelah negosiasi terkait program nuklir dan stok uranium yang diperkaya milik Iran mengalami kebuntuan.
“Saya tidak akan bersabar lebih lama lagi. Mereka seharusnya membuat kesepakatan,” kata Trump dikutip dari laman Politic Today, Jumat 15 Mei 2026.
Sementara itu, menyusul dengan pertemuan dengan Xi hari ini, diketahui bahwa pemimpin negara China itu sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Selain itu juga, Xi sepakat dengan Trump bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Menurut pernyataan resmi Gedung Putih, Xi juga menolak militerisasi di selat tersebut dan menentang segala upaya pemberlakuan tarif terhadap kapal yang melintas di jalur perairan penting itu, yang selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Trump juga mengklaim Xi berjanji bahwa China tidak akan memasok peralatan militer kepada Iran.
“Dia bilang tidak akan memberikan peralatan militer, itu pernyataan besar,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Insiden kapal tingkatkan ketegangan di Teluk
Pernyataan itu muncul ketika kekhawatiran soal keamanan maritim di kawasan Teluk semakin meningkat.
Sebuah kapal kargo India yang mengangkut ternak dari Afrika menuju United Arab Emirates tenggelam di lepas pantai Oman pada Rabu setelah diduga terkena serangan rudal atau drone, menurut pejabat keamanan. India mengatakan seluruh 14 awak kapal berhasil diselamatkan penjaga pantai Oman.
Secara terpisah, otoritas keamanan maritim Inggris melaporkan adanya personel tak dikenal yang naik ke sebuah kapal yang sedang berlabuh dekat pelabuhan Fujairah di UEA lalu mengarahkannya menuju Iran. Konsultan keamanan Vanguard menyebut kapal tersebut diduga disita oleh personel Iran.
Pelabuhan Fujairah memiliki posisi strategis karena memungkinkan sebagian ekspor minyak melewati Selat Hormuz tanpa harus melalui jalur utama yang kini sebagian dibatasi Iran sejak konflik pecah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Iran tampaknya mulai mengizinkan sejumlah kapal tertentu melintas secara terbatas melalui kesepakatan dengan beberapa negara. Media Iran melaporkan adanya perjanjian yang memungkinkan kapal-kapal China melewati selat tersebut, sementara sebuah kapal tanker Jepang juga disebut berhasil melintas setelah adanya komunikasi diplomatik antara Tokyo dan Teheran.
Islamic Revolutionary Guard Corps menyebut sebanyak 30 kapal telah melewati Selat Hormuz sejak Rabu malam, meski volume pelayaran masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.