Donald Trump Disebut Tidak Memiliki Wewenang Atas Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Iran, Piala Dunia 2026, Gianni Infantino, Timnas Iran, Donald Trump, Donald Trump Disebut Tidak Memiliki Wewenang Atas Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum lama ini mengeluarkan pernyataan terkait izin yang ia berikan kepada Iran untuk main di Piala Dunia 2026.

kata penuh kontroversi, Donad Trump meledek peluang Iran terbang ke Amerika Serikat dengan menyebut mereka kalah telak dan kehabisan tenaga.

"Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga," jelasnya.

Namun, dalam pernyataan barunya, ia menegaskan bahwa mereka 'dipersilakan' tampil di Piala Dunia 2026 meski menghimbau agar tak melakukan hal tersebut.

"Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk mengikuti Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa kehadiran mereka di sana pantas, demi keselamatan dan keamanan hidup mereka sendiri. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. TRUMP," tulisnya di Truth Social Kamis (12/3/2026).

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pernyataan yang diunggahnya pada Rabu (11/3/2026) siang WIB seusai bertemu Trump mengonfirmasi jika Timnas Iran diizinkan tampil di Piala Dunia 2026.

“Kami juga membicarakan situasi terkini di Iran, dan fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026,” kata Infantino 

“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat,” sambungnya.

Trump Tak Berwenang, Tapi Diduga Campur Tangan

Secara wewenang, Donald Trump sebenarnya tidak memiliki hak untuk memutuskan nasib Timnas Iran di Piala Dunia karena berada di bawah kendali FIFA.

Meski begitu, pakar geopolitik Profesor Simon Chadwick, dalam wawancaranya dengan Sport Bible mengatakan jika Trump memiliki "sedikit atau bahkan tidak ada pengaruh" pada proses pengambilan keputusan terkait partisipasi Iran.

Meski begitu, ia menduga jika Donald Trump tetap ada campur tangan berupa tekanan diplomatik yang diberikan kepada Gianni Infantino sehingga menguntungkan rezimnya.

“Tetapi dalam praktiknya, dan terutama mengingat hubungannya dengan Infantino, mungkin ada tekanan diplomatik dan langkah-langkah nyata yang diterapkan oleh pemerintah di Washington DC yang pada akhirnya mengarah pada hasil yang lebih menguntungkan bagi pemerintahan AS,” jelasnya.

Belum adanya negara yang mundur dari Piala Dunia setelah fase kualifikasi membuat preseden terkait situasi ini belum terbentuk. Akibatnya, mekanisme pasti pengambilan keputusan masih belum jelas. 

Iran, Piala Dunia 2026, Gianni Infantino, Timnas Iran, Donald Trump, Donald Trump Disebut Tidak Memiliki Wewenang Atas Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Para pemain Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Iran vs Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Photo by ATTA KENARE / AFP)

Keputusan Final Bulan Depan

Chadwick memberi sinyal bahwa pengumuman resmi terkait keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 kemungkinan disampaikan pada April mendatang.

“Orang mungkin membayangkan bahwa akhir April mungkin merupakan titik paling akhir di mana keputusan dapat dibuat, meskipun secara realistis keputusan tersebut perlu diambil lebih cepat." 

"Jika Iran akan dikecualikan, maka orang mungkin membayangkan bahwa hal ini akan dikonfirmasi pada awal hingga pertengahan April,” sambungnya.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali menegaskan jika Iran dengan tegas menolak untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes atas serangan yang terjadi.

"Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," kata Donyamali kepada televisi pemerintah.

Jika Iran memutuskan mundur, kemungkinan besar Irak atau Uni Emirat Arab akan menggantikannya di Piala Dunia berdasarkan pencapaian terakhir mereka di babak kualifikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang