Senator AS: Donald Trump Ikuti Netanyahu Serang Iran Tanpa Rencana Perang

PM Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump
PM Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump

Selasa malam waktu setempat, presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengadakan pengarahan tertutup selama dua jam dengan Komite Angkatan Bersenjata Senat AS. Dari pengarahan tertutup itu, sejumlah senator dari Partai Demokrat menyebut bahwa AS tidak memiliki rencana terkait perang dengan Iran.

Ketiadaan pemikiran strategis yang terkoordinasi ini juga terlihat dalam berbagai isu penting, mulai dari Selat Hormuz hingga kemungkinan perubahan rezim di Iran dan program nuklir Republik Islam tersebut.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah pengarahan itu, sejumlah senator oposisi keluar secara bergantian untuk mengecam apa yang mereka sebut sebagai tindakan ilegal, kebijakan yang tidak jelas arah, serta berbagai kebohongan yang melingkupi perang tersebut. Salah satu senator dari Maryland, Chris Van Hollen mengatakan Trump pada dasarnya hanya melakukan apa yang selama 40 tahun diinginkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Apa yang kami dengar di balik pintu tertutup pada dasarnya sama dengan yang kita dengar di ruang publik, yaitu ketidakjelasan total. Namun kita tahu, dari Menteri Luar Negeri Rubio, bahwa Netanyahu memutuskan untuk menyerang Iran. Dan sekarang kita berada dalam situasi melakukan apa yang selama 40 tahun diinginkan oleh Perdana Menteri Netanyahu, yaitu menyerang Iran,” ujar Van Hollen, merujuk pada pernyataan Marco Rubio pada 2 Maret lalu.

Tak hanya Hollen, Senator Massachusetts, Elizabeth Warren, juga menyampaikan kritik keras. Disebutnya bahwa pemerintahan AS yang saat ini dipimpin oleh Trump tidak memiliki rencana apapun terkait Iran.

“Keadaannya jauh lebih buruk daripada yang kalian bayangkan. Pemerintahan Trump tidak memiliki rencana apa pun terkait Iran. Perang ilegal ini dibangun di atas kebohongan dan diluncurkan tanpa adanya ancaman langsung terhadap negara kita. Trump bahkan belum memberikan satu alasan yang jelas mengenai perang ini dan juga tidak memiliki rencana untuk mengakhirinya,” kata dia.

Tidak ada rencana soal perubahan rezim maupun Selat Hormuz

Para senator yang berbicara setelah pengarahan tersebut sama-sama mengecam tidak adanya rencana maupun tujuan yang jelas dalam berbagai aspek perang terhadap Iran.

Van Hollen dan Chris Murphy, senator dari Connecticut, mengatakan bahwa dalam pengarahan itu mereka diberi tahu bahwa tujuan pemerintahan AS dalam perang ini bukan untuk menghancurkan program nuklir Iran maupun mengganti rezim yang berkuasa.

“Jadi mereka akan menghabiskan ratusan miliar dolar uang pajak rakyat, membuat banyak warga Amerika terbunuh, dan pada akhirnya rezim garis keras bahkan mungkin yang lebih anti-Amerika tetap akan berkuasa,” kata Murphy.

Van Hollen menguatkan pernyataan tersebut dengan merujuk pada laporan publik mengenai penilaian CIA tentang apa yang akan terjadi jika kepemimpinan Iran disingkirkan. Menurut penilaian itu, jika kepemimpinan Iran disingkirkan kemungkinan besar justru akan muncul kelompok yang lebih radikal.

Murphy mengatakan tujuan perang ini tampaknya hanya sebatas menghancurkan banyak rudal, kapal, dan pabrik drone.

Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika Iran kembali memproduksi hal-hal tersebut, Murphy mengatakan para pejabat AS memberi isyarat akan ada pengeboman lagi yang pada akhirnya berarti perang tanpa akhir.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan soal Selat Hormuz, mereka sama sekali TIDAK PUNYA RENCANA. Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci bagaimana Iran dapat mengganggu jalur pelayaran di selat itu, tetapi intinya saat ini mereka tidak tahu bagaimana cara membukanya kembali dengan aman,” tulis Murphy di platform X.

Menurut Murphy, hal ini tidak bisa dimaafkan, karena bagian dari bencana ini sebenarnya 100 persen sudah bisa diperkirakan sebelumnya.