Jerman Ancam Absen di Piala Dunia 2026 Akibat Mulut Donald Trump
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sejumlah negara unggulan mulai bersiap memburu gelar juara. Jerman besutan Julian Nagelsmann termasuk salah satu tim terkuat. Namun, muncul kekhawatiran serius terkait keikutsertaan Die Mannschaft di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Sebagai juara bertahan, Argentina tentu ingin mempertahankan statusnya sebagai tim nasional terbaik dunia setelah sukses di Qatar 2022. Namun, ancaman datang dari sejumlah kekuatan Eropa seperti Spanyol, Inggris, dan Prancis, yang siap mengganggu dominasi La Albiceleste.
Piala Dunia 2026 sendiri akan mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diikuti 48 negara, meningkat dari format sebelumnya yang hanya diikuti 32 tim.
Di tengah persiapan tersebut, isu non-teknis justru mencuat. Seorang politisi Jerman mengisyaratkan kemungkinan boikot Piala Dunia 2026, menyusul pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait ancaman terhadap Greenland.
Trump, yang kini menjalani masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS, menyebut bahwa Greenland perlu dikuasai Amerika Serikat demi alasan keamanan nasional. Pernyataan tersebut menuai penolakan dari para pemimpin Greenland serta Denmark, yang merupakan anggota NATO. Meski begitu, Trump bahkan tak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Tak hanya itu, pria berusia 79 tahun tersebut juga mengancam akan menerapkan tarif ekonomi terhadap negara-negara yang menolak mendukung rencana aneksasi Greenland.
“Saya mungkin akan memberlakukan tarif kepada negara-negara yang tidak sejalan dengan rencana Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujar Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih.
Pernyataan Trump ini memantik reaksi dari politisi Jerman, Jurgen Hardt (CDU). Dalam wawancara dengan media Jerman, BILD, Hardt menyebut bahwa Jerman bisa saja menarik diri dari Piala Dunia 2026 sebagai bentuk tekanan politik.
“Membatalkan keikutsertaan di turnamen hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk membuat Presiden Trump berpikir ulang soal isu Greenland,” kata Hardt.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa solusi diplomatik masih bisa dicapai dalam kerangka keamanan NATO, sehingga langkah ekstrem seperti boikot tak perlu terjadi.
Meski begitu, wacana ini menjadikan Jerman sebagai negara pertama yang secara terbuka mengaitkan partisipasi Piala Dunia dengan isu geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat.
Jerman bukan satu-satunya negara yang menyuarakan kekhawatiran. Pada September 2025 lalu, pejabat pemerintah Spanyol juga sempat mengisyaratkan kemungkinan menarik tim nasional mereka dari Piala Dunia akibat meningkatnya ketegangan politik global.
Jika Jerman benar-benar absen, Piala Dunia 2026 akan kehilangan salah satu kekuatan tradisionalnya. Sepanjang sejarah, Jerman hanya dua kali absen dari Piala Dunia, yakni edisi 1930 dan 1950. Negara empat kali juara dunia tersebut tercatat meraih gelar pada 1954, 1974, 1990, dan 2014, menjadikannya tim tersukses kedua setelah Brasil.
Di luar sepak bola, Jerman juga bukan tanpa sejarah boikot olahraga. Pada Olimpiade Moskow 1980, Jerman Barat ikut memboikot ajang tersebut sebagai bentuk protes terhadap invasi Uni Soviet ke Afghanistan.