Donald Trump Melunak, Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Donald Trump, FIFA, Amerika Serikat, Timnas Iran, Piala Dunia 2026, Donald Trump Melunak, Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menyatakan tidak keberatan dengan keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, setelah adanya konfirmasi resmi dari FIFA.

Pernyataan tersebut disampaikan Donald Trump kepada wartawan di Oval Office (ruangan kerja Presiden AS di Gedung Putih), menyusul penegasan Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa Iran akan tetap ambil bagian dalam turnamen dan memainkan pertandingan di Amerika Serikat.

“Jika Gianni mengatakan demikian, saya setuju,” ujar Trump seperti dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (1/5/2026).

“Biarkan mereka bermain.”

FIFA Pastikan Iran Tetap Berpartisipasi

Infantino berulang kali mengutarakan bahwa Timnas Iran akan tetap bermain di Piala Dunia 2026, terkini ia menegaskan pendirian tersebut dalam Kongres FIFA ke-76 yang digelar di Vancouver.

“Izinkan saya menegaskan bahwa Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026,” kata Infantino.

“Tentu saja, Iran akan bermain di Amerika Serikat,” lanjutnya.

Partisipasi Iran sempat menjadi sorotan menyusul serangan rudal Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Februari lalu dan menyebabkan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran sempat mengajukan opsi untuk memindahkan pertandingan fase grup ke Meksiko, namun usulan tersebut tidak disetujui FIFA.

Donald Trump, FIFA, Amerika Serikat, Timnas Iran, Piala Dunia 2026, Donald Trump Melunak, Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino memegang trofi Penghargaan Pemain Muda Terbaik pada upacara penghargaan usai pertandingan Chelsea dan Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, 13 Juli 2025.

Ketegangan Politik dan Jadwal Iran

Isu keikutsertaan Timnas Iran juga mewarnai jalannya Kongres FIFA, di mana delegasi Iran tidak hadir setelah mengalami kendala dengan otoritas perbatasan Kanada.

Pejabat dari federasi sepak bola Iran dilaporkan meninggalkan Kanada setelah kedatangan mereka di Toronto, tanpa melanjutkan perjalanan ke Vancouver.

Media Iran melaporkan bahwa Presiden FFIRI, Mehdi Taj – mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Teheran – dan dua rekannya pulang setelah "mendapatkan penghinaan" dari petugas imigrasi Kanada.

Kanada, yang menetapkan IRGC sebagai "organisasi teroris" pada tahun 2024, mengatakan pada hari Rabu bahwa individu yang terkait dengan organisasi tersebut "tidak dapat diterima" di Kanada.

Timnas Iran dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, selama turnamen berlangsung.

Dalam fase grup, Timnas Iran akan bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Mereka akan membuka pertandingan melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang