Gianni Infantino: Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terhebat dalam Sejarah FIFA

Gianni Infantino, Piala Dunia, FIFA, Gianni Infantino: Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terhebat dalam Sejarah FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan optimismenya bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada bakal menjadi sebuah festival sepak bola global yang luar biasa.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang sepak mula pertandingan pembuka yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.

Dalam konferensi pers pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat, Gianni Infantino menggambarkan turnamen edisi ke-23 ini sebagai momen yang penuh sukacita, perayaan, dan kebahagiaan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memfokuskan atensi pada drama dan keindahan pertandingan yang tersaji di atas lapangan hijau.

Ia juga menanggapi dengan terbuka berbagai penilaian miring yang diarahkan kepada dirinya, asalkan pesan perdamaian dari sepak bola tetap tersampaikan kepada publik luas.

"Jika Anda ingin mengkritik saya, silakan saja. Tidak masalah, tidak apa-apa," kata Gianni Infantino.

"Namun, dukunglah persatuan di Piala Dunia, doronglah masyarakat untuk datang ke Piala Dunia, merasakan emosi yang Anda semua pernah rasakan saat masih anak-anak, dan saya berharap Anda masih dapat merasakannya sekarang karena kami ingin mempersatukan dunia," katanya.

Memecahkan Rekor Sejarah

Menurut penjelasan pria asal Swiss tersebut, ekspansi jumlah peserta dalam kompetisi kali ini terbukti telah melampaui berbagai rekor bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.

Tercatat lebih dari enam juta tiket telah laku terjual, serta sebanyak 17.000 jurnalis dari berbagai belahan dunia telah mengantongi akreditasi resmi untuk meliput di 16 kota penyelenggara.

Edisi kali ini dipastikan berjalan lebih megah karena melibatkan 48 tim nasional dengan total 104 pertandingan.

Skala masif tersebut diproyeksikan bakal menyedot perhatian sekitar enam ujian pemirsa layar kaca di seluruh dunia.

"Kami ingin menyelenggarakan Piala Dunia terbesar, terbaik, terhebat, dan paling inklusif dalam sejarah FIFA," kata Infantino.

Gianni Infantino, Piala Dunia, FIFA, Gianni Infantino: Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terhebat dalam Sejarah FIFA

Para seniman tampil selama upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (Foto oleh Rodrigo OROPEZA / AFP)

Ia menambahkan bahwa pencinta sepak bola tetap menjadi elemen paling vital dari kesuksesan kompetisi ini. Pengaruh euforianya pun diyakini bakal merambah jauh ke luar area stadion pertandingan.

"Tentu saja, para penggemarlah yang membuat Piala Dunia menjadi seperti sekarang ini," ujarnya. "Akan ada jutaan orang lainnya di zona penggemar, festival penggemar, dan acara nonton bareng, tidak hanya di tiga negara tuan rumah, tetapi juga di seluruh dunia."

Misi Persatuan dan Sinergi Global

Dalam kesempatan yang sama, ia mengangkat keikutsertaan negara Iran sebagai bukti konkret bagaimana sepak bola mampu menjembatani perbedaan geopolitik dan menyatukan bangsa-bangsa di tengah berbagai dinamika global yang rumit.

orang mengatakan, tidak mungkin Iran datang ke Piala Dunia, saya mengatakan kepada mereka and berjanji bahwa mereka akan datang," tutur Infantino.

"Jika saya harus pergi ke Teheran dengan bus dan membawa mereka ke sini, saya akan melakukannya. Saya sangat senang bahwa kami berhasil membuat Iran datang dan bermain di Piala Dunia ini," katanya.

Selain misi diplomasi antarnegara, federasi tertinggi sepak bola dunia tersebut juga resmi menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan FIFPRO, serikat yang menaungi para pesepak bola profesional di tingkat global.

Langkah ini diambil untuk menciptakan keselarasan program kerja bersama pihak asosiasi, klub, liga, dan para pemain itu sendiri.

"Ini adalah kabar baik. Ini tentang persatuan, tentang menyatukan semua orang," katanya.

Sebagai penutup, pergelaran akbar yang bergulir dari Kamis (11/6/2026) hingga partai final pada 19 Juli mendatang ini diharapkan menjadi wadah pelepas penat bagi masyarakat dunia lewat luapan emosi murni sepak bola.

Terkait hal tersebut, Gianni Infantino menegaskan esensi mendasar dari turnamen ini.

"Semua orang ini ingin menikmati momen kebahagiaan, momen di mana masalah sehari-hari dapat dikesampingkan dan mereka bisa menikmati permainan," tuturnya.

"Mereka bisa menikmati pertandingan dan menangis jika tim mereka kalah atau menangis jika tim mereka menang. Merasakan emosi ini dalam komunitas bersama orang lain."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang