Putra Patrick Kluivert Yakin Punya Tempat di Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026: Mungkin Saya Lebih Cocok

Justin Kluivert dan Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia.
Justin Kluivert dan Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia.

 Justin Kluivert optimistis menatap peluangnya bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2026. Putra legenda sepak bola Patrick Kluivert itu yakin memiliki karakter permainan yang bisa memberikan warna berbeda bagi Oranje meski harus bersaing ketat memperebutkan tempat di lini tengah.

Justin Kluivert berhasil pulih dari cedera tepat waktu dan masuk dalam skuad Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026. Gelandang serang AFC Bournemouth tersebut kini berambisi memberikan kontribusi maksimal bagi Oranje di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, jalan menuju posisi utama di skuad asuhan Ronald Koeman tidak mudah. Persaingan di lini tengah Belanda terbilang sangat ketat dengan hadirnya sejumlah nama besar seperti Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, dan Tijjani Reijnders.

Pemain Bournemouth, Justin Kluivert

Menjelang laga melawan Jepang, Koeman disebut telah memiliki gambaran mengenai susunan pemain inti yang akan diturunkannya. Namun, satu posisi yang masih menjadi perhatian adalah peran gelandang serang, di mana Justin Kluivert menjadi salah satu kandidat kuat.

Dalam wawancaranya dengan Vandaag Inside, pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan bahwa Koeman telah berbicara secara langsung kepada seluruh pemain mengenai peran masing-masing di tim.

"Koeman telah berbicara dengan semua orang tentang peran mereka, bagaimana dia melihatnya saat ini," ujar Kluivert dilansir dari Voetbalzone.

"Untuk pertandingan pertama melawan Jepang, tetapi juga untuk pertandingan selanjutnya di turnamen ini. Jadi, agar kalian sedikit tahu posisi kalian di tim."

Justin Kluivert mengaku juga telah menerima penjelasan dari sang pelatih mengenai posisinya dalam skuad Belanda.

"Dia juga memberi saya kejelasan tentang hal itu," katanya.

"Saya menerima peran saya di tim dan saya memberikan seratus persen dalam setiap peran. Anda hanya perlu menunjukkannya. Anda tidak pernah mendapatkan kepastian dari seorang pelatih."

Meski berambisi mendapatkan menit bermain lebih banyak, Kluivert menegaskan bahwa kepentingan tim tetap menjadi prioritas utamanya.

"Saya akan selalu bekerja sangat keras," lanjutnya.

"Tentu saja, saya akan merasa sayang jika harus pergi, tetapi kepentingan tim adalah yang utama. Kepentingan pribadi saya datang setelah itu."

Putra dari legenda Belanda, Patrick Kluivert, itu juga menilai dirinya memiliki karakter permainan yang berbeda dibandingkan opsi lain yang dimiliki Belanda di lini tengah.

"Kami memang memiliki beberapa pilihan di lini tengah."

"Kita tahu ada banyak pembicaraan tentang lini tengah impian: Frenkie, Gravenberch, dan Tijjani. Kita juga punya pilihan lain dalam hal itu, seperti saya sendiri. Mungkin itu bisa lebih cocok untuk tim nasional Belanda. Tapi sekali lagi: kita semua bagus, sulit untuk mengatakannya."

Kluivert kemudian menjelaskan kelebihan yang menurutnya bisa menjadi nilai tambah bagi Timnas Belanda.

"Saya selalu menjadi penyerang, jadi saya berorientasi pada tujuan."

"Saya pikir saya selalu berpikir ke depan, dan itulah kekuatan saya. Kecepatan, kedalaman yang ingin saya cari, dan juga intensitas saya," pungkasnya.

Dengan persaingan yang ketat di lini tengah Oranje, Justin Kluivert kini berusaha memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dari perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026.

Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia

Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia

Diketahui, Patrick Kluivert sempat menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Legenda sepak bola Belanda tersebut ditunjuk PSSI pada awal 2025 untuk menggantikan Shin Tae-yong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kiprah Kluivert bersama Tim Garuda tidak berlangsung sesuai harapan. Di bawah arahannya, Indonesia gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah terhenti pada babak keempat kualifikasi.

Pada fase tersebut, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dan Irak sehingga gagal melanjutkan perjuangan ke putaran berikutnya. Hasil itu membuat era kepelatihan Kluivert berakhir lebih cepat, sebelum akhirnya posisinya digantikan oleh John Herdman.