Mantan Kekasih Jeffrey Epstein Siap Buka-bukaan soal Donald Trump, Ini Syaratnya

Donald Trump (kanan) dan Ghislaine Maxwell (kiri) di tahun 1997
Donald Trump (kanan) dan Ghislaine Maxwell (kiri) di tahun 1997

Mantan kekasih sekaligus kaki tangan Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell, disebut menawarkan diri untuk bersaksi bahwa Donald Trump tidak bersalah. Tawaran tersebut disampaikan dengan syarat Trump bersedia memberikan keringanan hukuman kepadanya. Hal itu diungkapkan dalam pernyataan resmi Maxwell melalui pengacaranya kepada Kongres Amerika Serikat.

Sebelumnya, Maxwell sempat menolak menjawab pertanyaan saat dipanggil untuk memberikan kesaksian di Kongres AS. Namun, menurut pengacaranya, David Oscar Markus, Maxwell berubah pikiran dan bersedia berbicara jika ia dibebaskan dari penjara.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ny. Maxwell siap berbicara secara terbuka dan jujur jika diberikan grasi oleh Presiden Trump. Hanya dia yang bisa memberikan gambaran lengkap. Mungkin tidak semua orang akan menyukai apa yang akan diungkap, tapi kebenaran itu penting. Sebagai contoh, baik Presiden Trump maupun Presiden Clinton tidak bersalah atas tindakan melanggar hukum apa pun,” kata Markus dikutip dari laman 9news.com.au, Selasa 10 Februari 2026.

Markus menjelaskan bahwa ia menyarankan Maxwell untuk menggunakan hak Amandemen Kelima karena masih ada permohonan banding yang sedang berjalan.

“Atas saran saya, Ghislaine Maxwell dengan hormat akan menggunakan haknya berdasarkan Amandemen Kelima untuk tetap diam dan menolak menjawab pertanyaan hari ini, meskipun sebenarnya ia sangat ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” kata Markus dalam pernyataannya kepada Kongres.

Sebagai informasi, Amandemen Kelima dalam Konstitusi AS memberikan hak kepada seseorang untuk tidak menjawab pertanyaan yang dapat memberatkan dirinya sendiri secara hukum.

Namun, pernyataan itu menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Jasmine Crockett, menyatakan bahwa langkah hukum tersebut hanya dijadikan alasan untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut.

“Menurut saya, pengajuan permohonan habeas corpus ini hanya dijadikan dalih agar dia tidak perlu menjawab pertanyaan lagi, karena sekali lagi, kita tahu siapa dia sebenarnya,” ujar Crockett.

Saat ini, Maxwell telah menjalani beberapa tahun dari total hukuman 20 tahun penjara atas kasus perdagangan seks anak. Ia ditahan di Kamp Penjara Federal di Bryan, Texas.

Ia dipindahkan ke penjara federal dengan tingkat keamanan terendah di Amerika Serikat setelah berbicara dengan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, yang ditunjuk oleh Trump. Hingga kini, rincian percakapan tersebut tidak pernah dipublikasikan.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Ro Khanna, mendesak agar Maxwell dipindahkan kembali ke penjara dengan keamanan maksimum setelah ia menolak bersaksi.

“Siapa saja pria lain yang memperkosa gadis-gadis di bawah umur itu? Apakah dia pernah membicarakan kesepakatan dengan Donald Trump? Mengapa dia tidak menggunakan Amandemen Kelima saat ditanya oleh Blanche, tetapi sekarang justru menggunakannya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak memberatkannya, melainkan menyeret banyak orang lain dalam lingkaran Epstein?” kata Khanna.

Sementara itu, para politisi Demokrat yang menyelidiki Epstein Files menyebut bahwa nama Trump telah disensor di banyak bagian dokumen yang seharusnya tidak perlu disensor.

“Pengacara Epstein merangkum dan mengutip pernyataan Trump yang mengatakan bahwa Jeffrey Epstein bukan anggota klubnya di Mar-a-Lago, melainkan hanya tamu, dan bahwa ia tidak pernah diminta pergi. Namun pernyataan itu justru disensor tanpa alasan yang jelas dan masuk akal,” ujar anggota DPR Jamie Raskin.

Mereka juga mendesak agar Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dicopot dari jabatannya setelah terungkapnya email-email antara dirinya dan Epstein.

Sebelumnya, Lutnick secara terbuka mengklaim bahwa ia hanya pernah bertemu Epstein satu kali dan langsung memutuskan untuk tidak ingin bertemu lagi. Namun, email-email yang terungkap menunjukkan bahwa Lutnick sempat membahas rencana mengunjungi pulau milik Epstein, bertahun-tahun setelah Epstein divonis karena membujuk anak di bawah umur untuk prostitusi.

“Menteri Perdagangan Howard Lutnick telah berbohong kepada publik soal hubungannya dengan Epstein. Sekarang kita tahu bahwa mereka pernah berbisnis bersama. Dia tidak pantas menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Dia seharusnya mengundurkan diri,” kata anggota DPR Demokrat Adam Schiff.

Seruan itu juga didukung oleh anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie.

“Sejujurnya, Lutnick seharusnya mempermudah urusan presiden dan memilih mundur saja,” ujar Massie.

Ketua Komite Pengawasan DPR, James Comer, sejauh ini menolak mendukung penerbitan surat panggilan resmi terhadap Lutnick.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Bill dan Hillary Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan komite tersebut pada pekan ini. Meski keduanya meminta agar sidang dilakukan secara terbuka, proses kesaksian akan tetap berlangsung secara tertutup.