Nyamuk Ini bikin Donald Trump Kewalahan

Ilustrasi Donald Trump dan blokade AS terhadap Iran.
Ilustrasi Donald Trump dan blokade AS terhadap Iran.

Presiden AS itu mengklaim 'telah sepenuhnya menghancurkan' Angkatan Laut Iran dan hanya menyisakan 'perahu-perahu kecil dengan senapan mesin di atasnya'.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, perahu-perahu kecil ini — yang dijuluki armada nyamuk oleh sebagian analis negara-negara Barat — memiliki daya sengat. Selama berbulan-bulan mereka membantu militer Iran menyebabkan gangguan serius di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Upaya tersebut, menurut para ahli, dimaksudkan untuk merugikan ekonomi global dan menekan Washington agar tidak lagi berperang dengan Teheran.

Apa itu armada nyamuk? Mengutip situs BBC, Selasa, 19 Mei 2026, adalah armada perahu serang yang kecil dan cepat ini dibentuk oleh militer Iran pada 1980-an selama Perang Iran-Irak.

Meskipun hanya dua negara yang berperang, pertempuran meluas ke Teluk Persia selama 'Perang Tanker' pada 1980-an. AS, yang ingin melindungi pengiriman minyak, terseret ke dalam pertempuran tersebut.

Bentrok dengan Angkatan Laut AS membuat armada kapal perang konvensional Iran mengalami pukulan besar. Armada perahu kecil Iran kemudian menjadi bagian dari doktrin perang yang dirancang untuk menghadapi angkatan laut yang lebih unggul.

Armada perahu kecil merupakan salah satu bagian dari strategi Iran yang lebih luas, yang juga mencakup rudal, drone, ranjau, peluncur pantai, dan serangan dari proksi di negara-negara tetangga.

Dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), armada ini tidak dirancang untuk pertempuran konvensional di laut, tapi untuk mengganggu, mengerubung, membingungkan, dan mengacaukan pelayaran.

"IRGC mengetahui bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Amerika Serikat dalam perang laut konvensional," kata Saeid Golkar, profesor madya di University of Tennessee di Chattanooga dan penasihat senior di United Against Nuclear Iran (UANI).

Karena itu, lanjut dia, Teheran menargetkan kapal tanker komersial dan menjadikan Selat Hormuz sebagai tempat yang lebih berbahaya untuk beroperasi. Hal ini tentu meningkatkan biaya dan risiko bagi perusahaan yang melintasi Teluk.

Taktik armada nyamuk ini, antara lain, melepaskan tembakan di dekat kapal komersial, menanam ranjau di laut, dan mengirim perahu-perahu dengan kecepatan tinggi dari berbagai arah, kata Golkar.

Perahu-perahu tersebut sering dilengkapi dengan senapan mesin, roket, atau rudal anti-kapal. Meskipun banyak perahu yang dirancang dan diproduksi dari nol oleh Iran, ada pula perahu-perahu penangkap ikan yang dialihfungsikan menjadi perahu serang, ungkapnya lagi menegaskan.

Perahu-perahu ini terjangkau dan mudah diganti, menurut Can Kasapoglu, peneliti senior non-residen di Hudson Institute, sebuah lembaga kajian di Washington, dalam laporan terbaru.

Hal tersebut memungkinkan Iran mengancam kapal komersial dan militer dengan biaya relatif rendah sambil menempatkan aset bernilai tinggi milik lawan dan ekonomi maritim global dalam risiko.

"Karena perahu-perahu ini dekat dengan permukaan air, mereka sulit dideteksi radar," jelasnya. Oleh sebab itu, AS perlu melakukan pengawasan terus-menerus dengan drone, helikopter, atau pesawat patroli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah pasti armada ini tidak diketahui karena banyak perahu disembunyikan di gua, teluk kecil, dan terowongan bawah tanah di sepanjang pesisir pantai selatan Iran.

Namun, diperkirakan jumlah perahu berkisar antara 500 hingga lebih dari 1.000 unit. Militer Iran kerap menggelar latihan angkatan laut secara rutin yang melibatkan armada nyamuk.