Donald Trump Klaim AS Belum Menang Banyak Lawan Iran

Presiden AS Donald Trump saat pidato kenegaraan Union Speech di Capitol Hill AS
Presiden AS Donald Trump saat pidato kenegaraan Union Speech di Capitol Hill AS

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran masih terus berlangsung hinga saat ini. Memasuki hari ke-11 perang, Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya terpaksa menyerang Iran karena negara itu disebut-sebut sedang mempersiapkan serangan ke negeri Paman Sam itu.

Namun hingga kini, baik Trump maupun pejabat pemerintahannya belum menunjukkan bukti atas klaim tersebut.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam waktu seminggu mereka akan menyerang kami, seratus persen. Mereka sudah siap,” kata Trump dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 10 Maret 2026.

Ia juga menuduh Iran telah mengarahkan rudal ke sejumlah negara Timur Tengah yang bersikap netral, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang kemudian memilih berpihak pada Amerika Serikat.

“Saya pikir mereka ingin menguasai Timur Tengah, karena menurut bukti yang kami miliki, semua rudal itu diarahkan ke Qatar, Arab Saudi, dan UEA,” ujarnya.

Namun di satu sisi, Trump juga mengungkap perang dengan Iran mungkin bisa cepat berakhir dalam waktu dekat.

Dalam wawancaranya dengan media di Doral, Florida, AS, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menyerang sekitar 5.000 target sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas.

Pernyataan Trump muncul di tengah aksi para kelompok garis keras di Iran yang menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei putra dari pemimpin sebelumnya. Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dikonfirmasi pada hari Minggu 8 Maret atau bertepatan saat serangan Amerika Serikat dan Israel terus menghantam fasilitas nuklir Iran, wilayah sipil, serta infrastruktur penting seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.

Meski Trump memberi isyarat bahwa konflik mungkin segera berakhir, ia tetap memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika terus menghalangi jalur pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan di jalur tersebut diketahui telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak dunia, dengan minyak mentah Brent Crude acuan internasional yang sempat menembus harga 119 dolar AS per barel.

“Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Jika Iran melakukan hal seperti itu, mereka akan mendapat serangan yang jauh, jauh lebih keras,” kata Trump dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 10 Maret 2026.

Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya mengakhiri ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan memberikan jaminan risiko politik bagi kapal tanker yang beroperasi di kawasan Teluk. Ia juga menyebut kemungkinan Amerika Serikat akan mendampingi kapal-kapal tersebut untuk memberikan perlindungan.

Selain itu, Trump menyatakan bahwa AS dan Israel masih terus menargetkan persediaan drone dan rudal milik Iran.

AS Klaim Belum Menang Cukup Banyak Lawan Iran

Trump mengatakan Amerika Serikat sebenarnya sudah bisa mengklaim keberhasilan dalam operasi militernya terhadap Iran, tetapi menurutnya langkah tersebut belum cukup.

“Kami sudah menang dalam banyak hal, tetapi kami belum menang cukup banyak,” kata Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan operasi dengan tekad lebih besar untuk meraih kemenangan penuh dan mengakhiri ancaman yang menurutnya telah berlangsung lama.

“Kita akan terus maju dengan tekad lebih kuat untuk mencapai kemenangan akhir yang akan mengakhiri bahaya ini untuk selamanya. Sudah 47 tahun, seharusnya ini diselesaikan sejak lama,” ujarnya.