Semakin Panas! Ketua Parlemen Iran Kembali Ancam Akan Berikan 'Pelajaran Tak Terlupakan' untuk Donald Trump

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela
Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela

 Iran kembali memberikan respon keras terhadap presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Negara tersebut mengaku tak segan memberikan ancaman menyerang balik jika Amerika Serikat memutuskan menyerang Iran. Hal ini disampaikan secara keras oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin 12 Januari 2026 waktu setempat.

”Kami mendengar bahwa Anda telah mengancam Iran. Para pembela Iran akan memberi Anda pelajaran yang tak terlupakan,” kata Ghalibaf seperti dikutip media pemerintah via Iran International News dikutip Selasa 13 Januari 2026.

Ghalibaf menambahkan, aset-aset milik Amerika Serikat di kawasan akan dihancurkan jika Washington bertindak melawan Teheran.

“Seluruh pusat dan pasukan Amerika di kawasan akan menjadi target sah kami sebagai balasan atas segala bentuk petualangan militer. Datanglah dan lihat bagaimana semua kekuatan Anda di wilayah ini akan dilenyapkan,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf juga secara langsung menyinggung Trump terkait informasi mengenai Iran yang disampaikan kepadanya.

“Jangan percaya pada kebohongan yang disampaikan kepada Anda,” kata dia.

Sebagai informasi, Sebagai informasi, selama dua pekan terakhir ini, Iran kembali diguncang gelombang unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh kemerosotan tajam ekonomi dan keterpurukan mata uang Iran. Protes yang bermula dari tuntutan ekonomi kini berkembang menjadi kritik tajam terhadap pemerintah.

Unjuk rasa yang telah terjadi sejak akhir Desember 2025 lalu juga emmakan korban jiwa. Berdasarkan data dari Kelompok Hak Asasi Hengaw dilaporkan setidaknya 25 orang tewas termasuk empat orang diantaranya adalaha anak-anak di bawah umur.  

Sementara itu jaringan aktivis HRANA menyebut angka setidaknya 29 korban tewas dan 1.203 orang ditangkap hingga 5 Januari.

Menyusul dengan gelombang protes besar-besaran yang terjadi di Iran sejak beberapa waktu belakangan ini juga memantik Donald Trump ikut memberikan peringatan ancaman terhadap negara tersebut. Disebut Trump pada Jumat 9 Januari lalu pihaknya tak segan akan turun tangan membantu para pengunjuk rasa.

“Sebaiknya kau jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak. Saya hanya berharap para demonstran di Iran akan aman, karena itu adalah tempat yang berbahaya saat ini,” kata Trump dilansir dari lanan Reuters, Senin 12 Januari 2026.