Baru Laga Perdana, Siaran Piala Dunia 2026 Sudah Langgar Aturan FIFA

Penyerang Meksiko Raul Jimenez merayakan gol ke gawang Afrika Selatan
Penyerang Meksiko Raul Jimenez merayakan gol ke gawang Afrika Selatan

 Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun sebuah kontroversi langsung muncul dari luar lapangan. Salah satu stasiun televisi pemegang hak siar dilaporkan melanggar aturan FIFA saat menayangkan laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan.

Pertandingan yang digelar di Stadion Azteca itu dimenangkan tuan rumah Meksiko dengan skor 2-0 berkat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laga tersebut berlangsung panas. Selain menghadirkan kemenangan bagi El Tri, pertandingan juga diwarnai tiga kartu merah. Dua pemain Afrika Selatan, Yaya Sithole dan Themba Zwane, diusir wasit, sementara bek Meksiko Cesar Montes menerima kartu merah pada masa injury time. Namun sorotan utama justru bukan datang dari aksi para pemain.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menerapkan sejumlah aturan baru dari IFAB. Salah satunya adalah jeda hidrasi wajib yang diberikan dua kali dalam pertandingan demi menjaga kondisi pemain di tengah cuaca panas ekstrem.

Setiap babak mendapat satu jeda hidrasi berdurasi sekitar tiga menit. FIFA memperbolehkan pemegang hak siar menampilkan iklan selama jeda tersebut, namun mereka diwajibkan kembali ke tayangan pertandingan setidaknya 30 detik sebelum laga dilanjutkan.

Menurut laporan The Athletic, aturan itu justru dilanggar oleh Fox Sports yang menayangkan pertandingan untuk wilayah Amerika Serikat.

Alih-alih kembali tepat waktu ke siaran langsung pertandingan, Fox Sports disebut tetap menayangkan rangkaian iklan hingga pertandingan hampir dimulai kembali.

Pelanggaran pertama terjadi pada jeda hidrasi babak pertama. Namun situasi yang lebih mencolok terjadi pada babak kedua.

Saat Raul Jimenez mencetak gol kedua Meksiko pada menit ke-67, pertandingan kemudian memasuki jeda hidrasi. Selama hampir dua menit, layar televisi dipenuhi iklan komersial.

Beberapa iklan yang muncul di antaranya promosi minuman olahraga Powerade sebagai sponsor jeda hidrasi, iklan Adidas yang menampilkan bintang muda Spanyol Lamine Yamal, hingga iklan Verizon yang dibintangi legenda sepak bola David Beckham.

Masalahnya, Fox Sports terlambat kembali ke tayangan pertandingan. Saat siaran kembali ke lapangan, laga ternyata sudah berjalan beberapa detik.

Kondisi berbeda terjadi di Inggris. ITV memilih tetap menayangkan suasana di stadion selama jeda hidrasi dan mengisinya dengan analisis komentator. Model serupa juga diterapkan oleh pemegang hak siar di Denmark dan Australia.

Meski demikian, sejumlah stasiun televisi lain seperti Magenta TV di Jerman dan Telefe di Argentina juga diketahui memanfaatkan jeda tersebut untuk menayangkan iklan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jeda hidrasi sendiri menjadi salah satu inovasi FIFA pada Piala Dunia 2026. Tujuannya adalah melindungi pemain dari risiko cuaca panas dan kelembapan tinggi yang diprediksi menjadi tantangan besar sepanjang turnamen.

Di sisi lain, aturan baru ini juga memunculkan perdebatan. Banyak pihak menilai jeda tambahan berpotensi mengganggu ritme pertandingan, sementara pelatih justru mendapat kesempatan lebih banyak untuk memberikan instruksi taktis kepada para pemainnya