Gianni Infantino Soroti Masalah Visa dan Harga Tiket Piala Dunia 2026

Gianni Infantino, Somalia, Omar Artan, FIFA, Piala Dunia, Gianni Infantino Soroti Masalah Visa dan Harga Tiket Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, angkat bicara mengenai sejumlah tantangan yang membayangi persiapan Piala Dunia 2026, mulai dari kendala visa hingga kritik terkait harga tiket pertandingan.

Menjelang laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, Gianni Infantino menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar terbaik.

Gianni Infantino secara khusus merespons insiden yang menimpa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang tertahan dan dilarang memasuki Armerika Serikat (AS) walaupun dokumen perjalanannya sah.

Kasus penolakan ini memicu sorotan tajam terhadap sistem imigrasi jelang turnamen.

"Sangat disayangkan apa yang terjadi pada wasit dari Somalia," kata Infantino dalam konferensi pers dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2026).

"Kami bukanlah raja dunia yang dapat memerintah pemerintahan dan kepolisian. Kami adalah sebuah organisasi olahraga."

Tantangan Geopolitik dan Isu Imigrasi

Pihak berwenang AS sebelumnya menolak masuknya Artan dengan dalih dugaan keterkaitan dengan kelompok terlarang.

Menanggapi hal itu, FIFA terus bermanuver di belakang layar.

"Kami selalu berusaha mencari solusi. Terkadang, langsung berteriak dan membentak justru memberikan efek sebaliknya, yaitu menghambat pencarian solusi," lanjutnya.

Meski didera berbagai isu keimigrasian, Infantino menepis anggapan bahwa dirinya menyesal telah menjadikan Amerika Serikat sebagai salah satu penyelenggara.

"Memang ada masalah; itu wajar untuk acara sebesar ini. Beberapa berasal dari Amerika Serikat, beberapa dari Kanada, beberapa dari Meksiko. Kami menangani semuanya," tegas Gianni Infantino.

Sebagai bukti kekuatan sepak bola dalam menembus batas politik yang rumit, ia menyoroti keberhasilan mendatangkan tim nasional Iran.

orang mengatakan Iran tidak mungkin datang ke Piala Dunia. Saya berjanji kepada mereka bahwa mereka akan datang."

Pria berdarah Swiss-Italia ini menggarisbawahi visi persatuan yang dibawa oleh turnamen akbar ini di tengah berbagai konflik dan ketidakpastian global.

"Saat Iran bermain, stadion akan penuh dan saya harap akan ada suasana positif karena ini adalah sepak bola. Kami ingin menyatukan dunia," ujarnya melanjutkan.

Klarifikasi Harga Tiket

Tidak hanya soal imigrasi, pimpinan tertinggi sepak bola dunia ini juga meluruskan kritik mengenai harga tiket yang dinilai terlalu tinggi oleh sebagian penggemar.

Dengan antusiasme yang melonjak tajam untuk turnamen ini, ia memberikan rasionalisasi atas kebijakan tersebut.

"Harga awal sebesar 60 dollar AS (sekitar Rp 1 juta) adalah harga masuk terendah dari semua olahraga Amerika di fase playoff," ungkap Infantino.

"Jika Anda menjualnya dengan harga lebih rendah, kemungkinan besar akan dijual di pasar sekunder dengan harga jauh lebih tinggi. Setiap dolar yang masuk akan digunakan kembali untuk pengembangan sepak bola."

Rangkaian turnamen ini akan segera dimulai di Estadio Azteca, Mexico City, sebuah arena bersejarah yang kembali mencetak rekor.

Menutup pernyataannya, Gianni Infantino memproyeksikan bahwa edisi kali ini akan menyuguhkan persaingan yang sangat kompetitif dipengaruhi oleh faktor iklim hingga format baru sebelum akhirnya menyimpulkan.

"Mari kita mulai perayaannya," tutup pria kelahiran pria kelahiran Brig, Swiss, pada 23 Maret 1970 itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang