Donald Trump Sebut Membasmi Pemimpin Iran Adalah Kehormatan Besar Baginya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan ancaman bernada kasar kepada para pimpinan Iran. Dalam unggahannya di media sosial Truth, Trump melontarkan peringatan agar pemimpin Iran ‘menunggu apa yang akan terjadi’ saat AS melakukan pengeboman besar-besaran di pusat minyak Tehran, Pulau Kharg.
Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa AS sedang menghancurkan rezim Iran, baik secara militer maupun ekonomi. Ia menegaskan bahwa bagi dirinya, membunuh para pemimpin Iran adalah sebuah kehormatan.
“Angkatan Laut Iran sudah lenyap, Angkatan Udara mereka sudah tidak ada, rudal, drone, dan semua lainnya hancur berantakan, dan para pemimpin mereka telah hilang dari muka bumi. Kami memiliki kekuatan tembak yang tak tertandingi, amunisi tak terbatas, dan banyak waktu tunggu saja apa yang terjadi pada bajingan gila ini hari ini. Mereka telah membunuh orang-orang tak bersalah di seluruh dunia selama 47 tahun, dan sekarang saya, sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, sedang membunuh mereka. Betapa besar kehormatan untuk melakukan ini!” tulis Trump seperti dikutip dari laman NDTV, Minggu 15 Maret 2026.
Hingga saat ini, Amerika Serikat dan Israel bersikap hati-hati terhadap Pulau Kharg, tetapi pejabat AS dikabarkan menyebut bahwa penaklukan pulau tersebut sempat menjadi opsi. Pulau ini adalah pusat energi penting bagi Iran dan salah satu titik ekspor minyak mentah paling vital. Sebagian besar produksi minyak Teheran bergerak melalui fasilitas-fasilitas yang berada di pulau ini di Teluk Persia.
Menurut Trump, pasukan AS mampu menghancurkan infrastruktur energi di pulau tersebut yang ia sebut ‘mahkotanya Iran’ tetapi ia memilih untuk tidak melakukannya.
“Senjata kami adalah yang paling kuat dan canggih yang pernah ada di dunia, tetapi demi alasan kemanusiaan, saya memilih untuk TIDAK menghancurkan Infrastruktur Minyak di Pulau ini,” kata Trump.
Namun, ia menambahkan, keputusan itu bisa berubah jika Iran mengganggu jalur pelayaran bebas dan aman melalui Selat Hormuz.
Trump soal kapan perang dengan Iran berakhir
Meski pemerintahan Trump memberi sinyal yang membingungkan soal berapa lama perang dengan Iran akan berlangsung, Presiden AS itu mengatakan perang akan berakhir saat ia benar‑benar yakin waktunya tepat.
Saat diwawancarai Fox News Radio tentang perkiraan waktu berakhirnya perang, Trump menjawab bahwa perang ini akan segera berakhir.
“Ya, ini tidak akan lama. Tapi hanya saya yang tahu kapan akan selesai saat saya merasa ini waktu yang tepat,” katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa perang bisa terus berlangsung tanpa batas waktu jika diperlukan.
Perang ini dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melakukan serangan udara terkoordinasi ke berbagai kota di Iran, menyusul mandeknya pembicaraan nuklir dan klaim bahwa Teheran telah melanjutkan kegiatan nuklirnya. Serangan yang dinamai ‘Operation Epic Fury’ itu menargetkan banyak kota, termasuk ibu kota Tehran, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta istri, anak perempuan, menantu, dan cucunya.
Sejak itu, Iran membalas dengan serangan misil dan drone ke Israel serta kepentingan AS di negara-negara regional terutama di kawasan Teluk, termasuk Dubai, Abu Dhabi, Qatar, Kuwait, dan Bahrain, dengan video yang menunjukkan kerusakan besar.