Mbappe Tinggalkan Kamp Timnas Perancis Jelang Piala Dunia 2026, Picu Polemik Internal
Persiapan Timnas Perancis menuju Piala Dunia 2026 diwarnai polemik internal setelah dua pemain bintangnya, Kylian Mbappe dan Michael Olise, meninggalkan kamp latihan tim nasional pada masa jeda terakhir sebelum turnamen dimulai.
Menurut laporan media Perancis, keduanya mendapat izin dari staf pelatih untuk meninggalkan pemusatan latihan setelah laga uji coba melawan Irlandia Utara pada Selasa (9/6/2026) yang berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Les Bleus.
Namun, keputusan tersebut tetap memunculkan perbincangan di lingkungan timnas Perancis, terutama karena dilakukan hanya beberapa hari sebelum Les Bleus memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Mbappe dilaporkan terbang ke Madrid, sementara Olise menuju Munich selama masa libur singkat yang diberikan oleh tim pelatih.
Perjalanan Mbappe Jadi Sorotan
Sorotan terbesar mengarah kepada Mbappe. Penyerang Real Madrid itu menjadi bahan pembicaraan setelah sejumlah foto memperlihatkan dirinya berada di Madrid dan bertemu dengan aktris Spanyol, Ester Exposito.
Laporan media Spanyol menyebut kemunculan foto tersebut memicu reaksi dari sebagian pendukung yang mempertanyakan prioritas sang pemain menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.
Situasi tersebut menambah perhatian terhadap Mbappe yang dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi pusat sejumlah spekulasi terkait dinamika internal skuad Perancis.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Mbappe tidak menyapa gelandang senior N'Golo Kante sebelum laga uji coba kontra Pantai Gading.
Momen itu memunculkan dugaan adanya ketegangan di dalam ruang ganti, meskipun tidak ada konfirmasi resmi dari pihak tim nasional mengenai isu tersebut.
Laporan soal Diskusi dengan Dembele
Media Perancis juga melaporkan adanya percakapan antara Ousmane Dembele dan Mbappe dalam beberapa hari terakhir.
Dalam laporan tersebut, Dembele disebut meminta Mbappe untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam aspek bertahan dan pressing kolektif yang menjadi bagian penting dari permainan tim asuhan Didier Deschamps.
Perancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu unggulan utama setelah memiliki skuad yang dipenuhi pemain-pemain berpengalaman dan talenta muda.
Les Bleus tergabung di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia.
Pasukan Didier Deschamps juga menembus final di dua edisi Piala Dunia terakhir di mana mereka jadi juara pada 2018 dan hanya kalah adu penalti dari Argentina pada 2022.
Perjalanan mereka akan dimulai dengan menghadapi Senegal pada 16 Juni di New Jersey, sebelum melawan Irak dan Norwegia pada dua pertandingan berikutnya.
Target Juara untuk Les Bleus
Sementara, mantan penyerang Timnas Perancis, Christophe Dugarry, menilai target Les Bleus di Piala Dunia 2026 harus jelas, yakni meraih gelar juara dunia.
"Kami adalah Timnas Perancis. Apa yang salah jika mengatakan bahwa kami datang untuk memenangi Piala Dunia? Kami datang dengan rasa hormat kepada semua lawan, tetapi kami memiliki para pemain luar biasa," ujar Dugarry di RMC Sports.
"Kami pergi ke sana untuk memenanginya dan harus menjadi juara," kata mantan pemain yang menjadi bagian dari skuad juara dunia Perancis pada 1998 tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang