Respons Iran terhadap "Ancaman" Donald Trump: Piala Dunia Milik FIFA, Bukan Negara
Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat merambah ke dunia sepak bola.
Terutama, setelah tim nasional Iran memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjelang dibukanya gelaran Piala Dunia 2026.
Iran menegaskan posisi mereka sebagai peserta yang sah dalam turnamen yang akan diselenggarakan secara kolaboratif bersama Kanada dan Meksiko tersebut.
Sebelumnya, sempat muncul sinyal positif mengenai keikutsertaan tim nasional Iran di tanah Amerika.
Namun, situasi berubah dinamis setelah adanya unggahan bernada peringatan dari Trump yang menyinggung faktor keamanan bagi para pemain dari negara tersebut saat berkompetisi di wilayahnya nanti.
Polemik ini bermula dari upaya FIFA untuk memastikan semua negara yang lolos kualifikasi dapat bertanding tanpa hambatan politik.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat membagikan momen pertemuannya dengan Trump untuk membahas kesiapan turnamen akbar tersebut.
"Malam ini, saya bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump," ujar Gianni Infantino dikutip dari akun Instagram pribadinya.
"(Pertemuan itu dilakukan) untuk membahas status persiapan Piala Dunia FIFA mendatang, dan antusiasme yang semakin meningkat menjelang dimulainya turnamen dalam waktu 93 hari."
Infantino juga mengeklaim bahwa pembicaraan tersebut mencakup status Iran sebagai salah satu kontestan.
"Kami juga berbicara tentang situasi terkini di Iran, dan fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026," jelas Infantino.
"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," tambahnya.
Pernyataan Kontroversial Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir, 13 Oktober 2025.
Kendati hasil diskusi dengan FIFA disebut berjalan lancar, Donald Trump justru merilis pernyataan melalui platform Truth Social yang memicu perdebatan.
Dalam unggahannya, ia memberikan kesan bahwa kehadiran pemain dari negeri para mullah tersebut bisa berisiko bagi keselamatan mereka sendiri.
"Tim nasional sepak bola Iran dipersilakan datang ke Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya itu tepat bagi mereka, demi keselamatan mereka sendiri. Terima kasih atas perhatian Anda," tulis Trump.
Ketegasan Pihak Iran
Menanggapi hal itu, otoritas sepak bola Iran merilis pernyataan balasan yang cukup tajam.
Mereka menekankan bahwa hak kepesertaan dalam kompetisi sepak bola internasional tertinggi ini diatur sepenuhnya oleh badan sepak bola dunia, bukan oleh otoritas negara tuan rumah.
“Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan internasional, dan penyelenggaranya adalah FIFA—bukan negara mana pun," jelas pernyataan tim nasional Iran dikutip dari akun Instagram mereka.
Pihak Iran juga menyoroti prestasi teknis mereka yang luar biasa di babak kualifikasi sebagai bukti kelayakan mereka tampil di panggung dunia.
"Tim nasional Iran juga lolos ke ajang ini dengan penuh kredibilitas dan melalui kemenangan beruntun, menjadi salah satu tim pertama yang mencapai turnamen besar ini."
"Tentu saja, tidak ada yang dapat mengeluarkan tim nasional Iran dari Piala Dunia," lanjut pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, pihak Teheran menilai bahwa tanggung jawab menjamin keamanan peserta sepenuhnya ada pada penyelenggara.
"Sebaliknya, negara yang seharusnya dikeluarkan adalah negara yang hanya menyandang gelar “tuan rumah” tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan bagi tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang ini,” tutup pernyataan tersebut.
Bunyi pernyataan tim nasional Iran soal ancaman Donald Trump jelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang