Kata Kapten Timnas Amerika Usai Pecundangi Paraguay 4-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kapten Amerika Serikat, Tim Ream di Piala Dunia 2026 melawan Paraguay
Kapten Amerika Serikat, Tim Ream di Piala Dunia 2026 melawan Paraguay

Timnas Amerika Serikat mengirim sinyal kuat kepada para rivalnya di Piala Dunia 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Los Angeles, Inglewood, Sabtu 13 Juni 2026, The Yanks tampil meyakinkan saat membungkam Paraguay dengan skor telak 4-1 pada laga perdana Grup D.

Kemenangan tersebut langsung mengantarkan Amerika Serikat ke puncak klasemen sementara grup dengan koleksi tiga poin. Hasil ini juga menjadi awal ideal bagi tuan rumah dalam upaya mereka melangkah jauh di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penampilan gemilang Amerika Serikat tak lepas dari ketajaman striker Folarin Balogun. Penyerang AS Monaco itu menjadi bintang lapangan setelah mencetak dua gol. Sementara dua gol lainnya lahir dari gol bunuh diri Damian Bobadilla dan aksi Giovanni Reyna.

Paraguay sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Mauricio. Namun, gol tersebut tak mampu mengubah jalannya pertandingan yang sejak awal lebih banyak dikuasai tim tuan rumah.

Kapten Amerika Serikat, Tim Ream, mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan rekan-rekannya. Menurut bek veteran berusia 38 tahun tersebut, kemenangan di laga pembuka merupakan target utama yang berhasil diwujudkan dengan sempurna.

"Menampilkan performa seperti itu, meraih tiga poin, dan memulai turnamen seperti kami lakukan ini adalah persis seperti yang kami inginkan," ujar Ream dikutip laman FIFA.

Bagi Ream, pertandingan melawan Paraguay memiliki makna tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia memimpin Amerika Serikat sebagai kapten di ajang Piala Dunia.

Pemain yang pernah menjadi andalan Fulham tersebut pertama kali mengenakan ban kapten tim nasional pada 2019. Namun, saat tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, ia belum dipercaya mengemban tugas sebagai pemimpin tim.

"Merupakan suatu kehormatan untuk memimpin tim ini. Kami telah bekerja sangat keras dan para pemain melakukan banyak hal untuk mencapai titik ini," katanya.

Ream juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang tampil impresif pada malam bersejarah tersebut. Ia menilai banyak momen penting tercipta, termasuk gol-gol perdana sejumlah pemain Amerika Serikat di Piala Dunia.

Kepercayaan diri skuad Amerika Serikat semakin meningkat jelang pertandingan kedua. Penyerang PSV Eindhoven, Ricardo Pepi, menilai kemenangan telak atas Paraguay menunjukkan chemistry kuat yang sudah terbangun di dalam tim.

Menurut Pepi, dukungan puluhan ribu suporter di stadion turut memberikan energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.

"Suasana di sini sangat positif. Bermain di kandang sendiri, atmosfernya luar biasa untuk membuka perjalanan kami di Piala Dunia," ujar Pepi.

Selanjutnya, Amerika Serikat akan menghadapi Australia pada laga kedua Grup D di Seattle. Kemenangan kembali menjadi target utama demi mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat. Sementara itu, Paraguay berada dalam tekanan untuk segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Amerika Serikat Dominan Sejak Menit Awal

Amerika Serikat langsung menunjukkan kualitasnya sejak peluit kick-off dibunyikan. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, The Yanks tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit.

Tekanan yang dibangun Christian Pulisic dan Weston McKennie memaksa bek Paraguay, Damian Bobadilla, melakukan gol bunuh diri. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan menjadi awal mimpi buruk bagi Paraguay.

Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-30. Kali ini Pulisic kembali menjadi aktor penting lewat umpan tarik akurat yang sukses diselesaikan Folarin Balogun menjadi gol.

Paraguay semakin tertekan menjelang turun minum. Saat babak pertama memasuki menit-menit akhir, Balogun kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan terobosan matang dari Malik Tillman. Gol tersebut membawa Amerika Serikat unggul telak 3-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, pelatih Paraguay Gustavo Alfaro mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Mauricio menggantikan Bobadilla. Pergantian tersebut terbukti memberikan dampak instan.

Pada menit ke-73, Mauricio berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 setelah menyambar umpan dari Julio Enciso. Gol tersebut membangkitkan semangat Paraguay yang tampil lebih berani sepanjang babak kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara statistik, Paraguay memang menunjukkan peningkatan performa setelah jeda. Mereka mampu menciptakan tujuh percobaan tembakan, namun hanya satu yang berhasil berbuah gol.

Ketika Paraguay berusaha mencari gol tambahan, Amerika Serikat justru memastikan kemenangan pada masa injury time. Giovanni Reyna mencetak gol indah pada menit ke-90+8 untuk mengubah skor menjadi 4-1 sekaligus menutup pesta kemenangan tuan rumah.