Piala Dunia 2026: Edin Dzeko dan Representasi Ketangguhan Jiwa "Bosanski Inat"

Edin Dzeko, Piala Dunia 2026, Piala Dunia 2026: Edin Dzeko dan Representasi Ketangguhan Jiwa

Keberhasilan Timnas Bosnia-Herzegovina menembus putaran final turnamen akbar antarnegara tidak bisa dilepaskan dari sosok sang kapten, Edin Dzeko.

Edin Dzeko menjadi simbol nyata dari semangat pantang menyerah yang mengakar kuat di dalam sanubari masyarakatnya.

Di usianya yang telah menginjak 40 tahun, Edin Dzeko tetap kokoh memimpin rekan-rekannya merayakan kelolosan dramatis setelah menumbangkan Italia lewat adu penalti.

Perjalanan emosional ini menempatkan mereka berada di dalam grup yang relatif seimbang bersama Kanada, Swiss, dan Qatar pada ajang Piala Dunia 2026.

Julukan The Bosnian Diamond yang disematkan kepada sang penyerang tidak didapatkan dengan mudah, melainkan ditempa di tengah latar belakang penderitaan.

Ditempa di Tengah Perang

Konflik besar melanda wilayah tersebut pada tahun 1992 ketika ia baru berusia enam tahun, di mana peristiwa kelam seperti Genosida Srebrenica oleh pasukan Serbia Bosnia menorehkan sejarah kelam di Eropa.

Keluarga sang pemain bertahan di Sarajevo selama masa pengepungan kota yang berlangsung hampir empat tahun di bawah ancaman penembak jitu.

Setelah kediaman orang tuanya hancur, mereka terpaksa mengungsi ke rumah kakek dan neneknya.

"Itu mengerikan," kata Dzeko kepada Guardian, dikutip dari BBC, Jumat (12/6/2026).

"Seluruh keluarga ada di sana, mungkin 15 orang tinggal di apartemen seluas sekitar 35 meter persegi. Itu sangat sulit. Kami stres setiap hari karena takut ada orang yang kami kenal meninggal."

Karier sepak bolanya dimulai bersama klub lokal Zeljeznicar pasca-perang, meski awalnya ia sempat dipandang sebelah mata dan dijuluki Kloc (tiang lampu) karena tubuhnya yang jangkung.

Namun, ia berhasil membuktikan kemampuannya hingga menjadi pesepak bola pertama yang mengemas minimal 50 gol di tiga kompetisi elite Eropa: Liga Inggris, Bundesliga, dan Serie A.

Edin Dzeko, Piala Dunia 2026, Piala Dunia 2026: Edin Dzeko dan Representasi Ketangguhan Jiwa

Edin Dzeko berebut bola dengan Leander Dendoncker dalam laga leg pertama playoff Liga Europa 2024-2025 antara Fenerbahce vs Anderlecht di Stadion Sukru Saracoglu, 13 Februari 2025. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

Ketahanan karakter tersebut diakui oleh jurnalis lokal, Sasa Ibrulj.

"Kariernya terkait dengan citra negara itu sendiri - ketahanan, kegigihan, dan membuktikan bahwa orang-orang salah," kata Sasa Ibrulj tentang Dzeko.

Meski telah meraih kesuksesan besar dan menjadi duta UNICEF, ia tetap dikenal sebagai pribadi yang bersahaja.

Rekan dekatnya, Mirza Trbonja, memberikan kesaksian mengenai kedekatan sang megabintang dengan para penggemar.

"Saat dia datang, Anda butuh tali untuk bisa bersamanya selama 10 menit. Ketika seseorang meminta foto atau tanda tangan, dia tidak pernah menolak." kata visi tersebut kepada AFP.

Jiwa "Bosanski Inat"

Setelah debut internasional pada 2007, sang penyerang membawa negaranya mencicipi turnamen besar pertama di Piala Dunia 2014 Brasil.

Namun setelah momen emas itu, langkah mereka berkali-kali kandas di babak play-off, termasuk kegagalan beruntun menuju Piala Eropa, salah satunya pada Euro 2024.

Penantian panjang selama 12 tahun akhirnya berakhir setelah mereka memutus kutukan babak gugur dengan mengandaskan Wales dan Italia.

Keberhasilan ini dipandang oleh musisi Alen Dokic sebagai manifestasi dari Bosanski Inat, sebuah filosofi budaya tentang ketangguhan dan sikap menantang kesulitan.

"Jangan pernah lupa, jangan pernah memaafkan - ini adalah salah satu semboyan yang mengingatkan kita siapa kita, apa yang telah kita lalui, dan betapa tangguhnya kita sebagai orang Bosnia," ujar Dokic.

Skuad bentukan pelatih Sergej Barbarez saat ini diisi oleh kombinasi unik, di mana banyak pemain muda berbakat merupakan bagian dari diaspora yang lahir di luar negeri.

Salah satunya adalah Esmir Bajraktarevic, pemuda berusia 21 tahun yang lahir di Amerika Serikat setelah keluarganya melarikan diri dari wilayah konflik.

"Kepentingan bersama, tujuan bersama, semangat untuk mewakili Bosnia memainkan peran besar," ungkap Bajraktarevic.

"Apa yang telah dialami negara ini, masih ada dampak yang tersisa dari konflik dan masa lalu."

Ia menambahkan mengenai keunikan atmosfer kebersamaan di dalam tim nasional.

"Ketika semua orang berkumpul di Bosnia, itu adalah perasaan yang sangat unik dan benar-benar istimewa. Bagi negara sekecil ini untuk berkompetisi di tahap ini adalah hal yang sangat besar."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang