Bukan karena Ronaldo, Bek Persib Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026

Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Roberto Martinez, Timnas Portugal, Bukan karena Ronaldo, Bek Persib Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026

Bek Persib Bandung Kakang Rudianto jagokan Timnas Portugal jadi juara Piala Dunia 2026 di Amerika, Mexico, Kanada. 

Piala Dunia 2022 berhasil dimenangkan Timnas Argentina bersama Lionel Messi di dalamnya, kini giliran GOAT (Great of All Time) Cristiano Ronaldo punya kesempatan yang sama. 

Kakang menjagokan Portugal bukan sembarang sebut. Ia melihat Portugal sebagai tim yang solid terutama di lini tengah. 

“Piala Dunia sekarang Portugal lebih dominan karena mempunyai gelandang yang berkualitas di Piala Dunia sekarang,” sebut Kakang. 

Portugal asuhan Roberto Martinez punya pemain berposisi gelandang yang cukup kaya. 

Mereka memiliki dua gelandang Paris Saint-Germain (PSG) baru memenangkan Liga Champions Eropa yakni Vitinha dan Joao Neves, duet gelandang ini diprediksi akan jadi andalan, menemani gelandang nomor 10 Bruno Fernandes. 

Selain itu ada nama-nama senior seperti Bernardo Silva, Ruben Neves, serta Samu Costa dan Francisco Trincao. 

Mereka akan menyuplai bola manja untuk Cristiano Ronaldo yang masih punya peran penting di skuad Selecao. 

Grup mudah

Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Roberto Martinez, Timnas Portugal, Bukan karena Ronaldo, Bek Persib Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026

Reaksi penyerang timnas Portugal Cristiano Ronaldo pada laga antara Portugal dan Nigeria di Stadion Magalhaes Pessoa di Leiria, pada 10 Juni 2026.

Lebih lanjut, Kakang mangatakan, dirinya menjagokan Portugal bukan karena menyukai Ronaldo, namun secara kekuatan tim yang solid. 

“Lebih mendukung tim karena secara tim, bukan karena ada pemain idola,” tutur Kakang. 

Timnas Portugal akan bersaing di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. 

Di atas kertas semestinya Ronaldo dkk bisa melaju mulus ke fase knock out. Namun di sepak bola segala hal bisa terjadi. 

Uzbekistan mulai memperlihatkan eksistensi mereka di sepak bola Asia sebagai penantang baru bagi Jepang, Korea Selatan yang selama ini dicap sebagai raja Asia. 

Sementara Kolombia memperlihatkan konsistensi di tangan arsitek asal Argentina Nestor Lorenzo. 

Sementara Kongo bisa jadi tim mengejutkan pasalnya tak ada yang mengetahui seperti apa karakter dari permainan tim asal Afrika ini. 

Kali kedua Timnas Kongo mentas di Piala Dunia setelah terakhir kali tahun 1974 ketika masih menggunakan nama Zaire. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang