3 Cara Membuat Nastar agar Tidak Retak, Tips dari Chef Hotel
Cara membuat nastar yang mulus dan tidak retak sering kali menjadi tantangan, khususnya bagi pemula.
Bahan maupun teknik masak yang salah menjadi penyebab bentuk nastar gagal karena permukaannya retak.
Executive Chef The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Yoel, membagikan tips membuat nastar agar tidak retak yang bisa kamu ikuti berikut ini.
1. Pilih terigu protein rendah
Perhatikan cara memilih tepung untuk membuat nastar. Menurut Chef Yoel, jenis tepung yang tepat untuk membuat kue kering adalah terigu protein rendah.
"Seharusnya pakai tepung biasa saja untuk kukis. Jangan protein tinggi," kata Yoel ketika ditemui Kompas.com usai konferensi pers omakase jamu di Dwangsa9 Resto & Lounge, Rabu (3/12/2025).
Sebab, terigu protein tinggi mengandung banyak gluten sehingga lebih cocok dipakai untuk membuat roti, piza, maupun makanan lain yang menggunakan ragi dan perlu difermentasi.
Mengingat kue kering dibuat tanpa ragi, sebaiknya gunakan terigu protein rendah agar nastar tidak retak dan renyah di mulut.
2. Jangan overmix
Loyang untuk memanggang kue kering tidak perlu dioles margarin karena bikin cepat apek.
Cara membuat nastar dimulai dengan mencampur lemak (margarin atau mentega) dan gula, lalu ditambahkan kuning telur dan bahan kering, seperti terigu, susu bubuk, dan vanili.
Proses mencampur bahan untuk nastar ini tidak boleh dilakukan berlebihan atau terlalu lama.
Cukup aduk bahan-bahan tersebut secara perlahan hingga tercampur rata, lalu segera bulatkan.
"Mencampur bahan nastar itu dengan lembut, pakai perasaan. Jangan sampai overmix karena kalau adonannya terlalu lama diuleni, (bentuk nastarnya) nanti pecah," tutur Chef Yoel.
3. Panggang di suhu tepat
Setelah dibulatkan dan diolesi kuning telur, adonan nastar perlu dipanggang selama kurang lebih 20-25 menit.
Atur suhu oven dengan benar. Menurut Chef Yoel, suhu memanggang nastar harus stabil dengan kisaran 150-170 derajat celsius.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang