Cara Membuat Es Gabus Supaya Tak Patah dan Berair, Ini Tips dari Chef

Es gabus dikenal sebagai jajanan tradisional yang lembut, manis, dan bertekstur unik seperti spons.
Namun, tak sedikit orang gagal membuat es gabus yang utuh karena hasilnya patah, kasar, atau bahkan berair saat dibekukan.
Kunci agar es gabus tetap cantik dan lembut ternyata terletak pada pengaturan suhu adonan yang tepat sejak proses memasak.
Executive Chef di Riva Grill & Terrace, Wyndham Casablanca Jakarta, Angga Febrian membagikan tips membuat es gabus supaya tidak patah atau bahkan berair.
Tips membuat es gabus supaya tidak patah dan berair
Menurut penjelasan Angga, adonan es gabus yang matang sempurna harus di suhu di antara 80 sampai 95 derajat Celcius.
Apabila suhu adonan di bawah 80 derajat Celsius, maka akan membuat proses gelatinisasinya menjadi tidak sempurna.
Efeknya, akan membuat tekstur es gabus menjadi rapuh, gampang hancur dan patah, warnanya kusam, dan mudah berair pada saat dibekukan.
Sementara itu, apabila suhunya di atas 95 derajat Celsius, berpotensi membuat santannya menjadi pecah. Alhasil, tekstur es gabus menjadi kasar dan warnanya cenderung pudar.
"Jadi suhunya jangan di bawah 80 derajat Celsius, jangan di atas 95 derajat Celsius," kata Angga kepada Kompas.com melalui sambungan telepon pada Rabu (28/1/2026).
Angga menambahkan, jika tidak punya alat pengukur suhu di rumah, kamu bisa melihat tanda-tanda adonan sudah matang dari bentuk dan warnanya.
Caranya bisa dlihat dari adonan yang sudah mulai berat saat diaduk, dan muncul gelembung kecil. Lalu, bisa dilihat dari warna adonan yang sudah mengkilap.
Permukaan adonan yang mengkilap, katanya, menandakan adonan matang pada suhu yang tepat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang