Daging Ayam Perlu Dicuci atau Tidak? Ini Kata Chef Hotel

Daging ayam, Daging Ayam Perlu Dicuci atau Tidak? Ini Kata Chef Hotel

Apakah daging ayam perlu dicuci setelah dibeli dari pasar atau supermarket? Menurut koki profesional, proses mencuci tersebut sebenarnya tidak perlu.

"Ayam itu kan unggas yang kalau dimasak itu harus benar-benar matang. Terus dia punya bakteri salmonela," kata Chef de Cuisine di The Sira a Luxury Resort and Spa Lombok, Adi Safardian Mulyana saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/6/2026).

"Jadi kenapa enggak dicuci? Karena takut kalau dicuci itu pasti air cipratan tuh entar kena talangan tempat kita motong, sendok makan, atau lainnya. Jadi, sebenarnya nggak disarankan untuk ayam itu dicuci," sambung dia.

Kondisi ini, menurut Chef Adi, sudah lazim diterapkan di berbagai negara. Daging ayam yang dibeli tidak perlu dicuci karena telah melalui proses penyembelihan dan penanganan yang higienis.

"Karena ya udah ayam tuh kalau udah dicabutin bulunya ya udah bersih, kering gitu dan darahnya sudah keluar semua," ujar dia.

Bagaimana cara membersihkan daging ayam?

Gunakan metode brining

Meski begitu, Chef Adi memahami bahwa kondisi daging ayam bisa jadi berbeda-beda, khususnya daging yang dibeli di pasar.

Ia menekankan, boleh saja mencuci daging ayam dengan air mengalir bila kondisinya tidak bersih.

"Tapi ya saya sih sebenarnya tetap enggak menyarankan ya. Kalau sebetulnya kondisi ayam bagus, bersih, kering, ya udah enggak usah dicuci," kata dia.

Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan metode brining atau merendam daging ayam dalam larutan bumbu.

Daging ayam, Daging Ayam Perlu Dicuci atau Tidak? Ini Kata Chef Hotel

Apakah daging ayam perlu dicuci sebelum diolah? Simak penjelasan koki hotel berikut ini.

Teknik ini digunakan untuk memarinasi daging ayam sehingga terasa empuk dan juicy setelah dimasak.

Terdapat dua tipe brining yang bisa dilakukan untuk daging ayam yakni wet brining dan dry brining. 

"Kalau yang wet itu daging ayamnya direndam air garam. Biasanya bikin larutan pakai garam, ada black pepper-nya (lada hitam), tergantung selera kita. Biasanya direndam 24 jam biar meresap," jelas Chef Adi.

Sementara itu, dalam teknik dry brining, bumbu seperti garam dan lada dibalurkan langsung ke permukaan daging ayam dan didiamkan minimal empat jam hingga 24 jam.

Menurut Chef Adi, teknik wet brining cocok digunakan untuk membuat ayam bakar atau ayam panggang, sementara dry brining bisa digunakan untuk membuat chicken steak dan olahan ayam lainnya dengan teknik pan-seared.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang