Mengenal Bagian Daging Sapi dan Cara Masak yang Pas

Hari raya kurban baru saja usai. Giliran kamu putar otak begitu menerima bagian daging sapi. Gimana ya cara masak yang pas agar daging empuk?
Tenang, kamu bukan satu-satunya orang yang bingung saat harus mengolah daging sapi. Bahkan, cuma sedikit yang paham daging sapi paling enak bagian apa atau daging sapi yang empuk bagian apa.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut wajar muncul kok. Pasalnya, beda bagian daging sapi, beda juga karakter dan cara masaknya.
Nah, supaya kamu nggak bingung saat harus memasaknya, Nibble ajak kamu mengenali bagian daging sapi dan jenis olahan yang cocok. Yuk, kita simak bersama.
Daging Sapi yang Empuk Bagian Apa?
Mengolah daging memang tricky. Nggak semua orang punya kesabaran tingkat tinggi memasak daging sampai matang selama berjam-jam.
Jadi, kamu harus kenalan dengan bagian daging sapi berikut. Bagian ini punya otot yang jarang bekerja sehingga teksturnya relatif lembut.
Sirloin (has luar) dan tenderloin (has dalam)
Kalau ditanya daging sapi yang empuk bagian apa, jawabannya pasti nggak jauh-jauh dari dua nama ini. Primadona dunia per-steak-an tentu saja jatuh pada sirloin (has luar) dan tenderloin (has dalam).
Sirloin berada di atas tenderloin. Teksturnya agak kenyal dengan lapisan lemak di tepi bagian daging. Lapisan lemak inilah yang bikin rasa sirloin lebih gurih.
Sementara itu, tenderloin adalah bagian paling empuk dari seluruh tubuh sapi karena terletak di dalam. Artinya, bagian ini hampir nggak pernah dipakai bergerak. Lantaran mengandung sedikit lemak, tekstur tenderloin cenderung lembut.
Rib eye (bagian iga)
Nah, kalau kamu penasaran daging sapi paling enak bagian apa, rib eye adalah pemenangnya. Daging yang menempel pada tulang iga ini punya marbling (serat lemak halus di dalam daging) yang melimpah. Ketika dimasak, lemak ini akan meleleh dan membuat daging super basah, gurih, dan aromatik.
Bagian Daging Sapi dan Jenis Olahan yang Cocok
Setelah mengulas bagian daging sapi yang empuk, sekarang kita telusuri lagi bagian lain dengan tekstur unik. Di sini kamu perlu tahu mana bagian daging sapi dan jenis olahan yang cocok agar rasa masakan kamu keluar maksimal. Cek juga peta daging sapi di sini kalau ingin lebih jelas.
Samin/gandik (topside)
Bagian daging ini memiliki karakteristik padat, serat panjang, dan minim lemak. Jika kamu mau masak rendang, empal, dan dendeng, sebaiknya pilih gandik.
Gandik atau paha mempunyai serat padat dan kuat. Makin lama dimasak dengan bumbu, serat pun makin melunak tanpa bikin daging hancur. Ini menjelaskan mengapa bumbu rempah dapat meresap sempurna hingga serat terdalam usai melalui proses memasak yang lama.
Sengkel (shank)
Berasal dari bagian depan atas kaki sapi, sengkel penuh dengan urat dan kolagen. Saat melewati proses perebusan lama, kolagen kemudian berubah menjadi gelatin yang bikin kuah kaldu kental dan gurih. Bagian ini juga paling pas untuk digiling menjadi bakso urat. Itu sebabnya penjual bakso selalu menggunakan sengkel untuk menghasilkan masakan yang lezat.
Sandung lamur (brisket)
Penasaran daging sapi untuk soto bagian apa? Nah, bagian brisket atau sandung lamur dari dada bawah sapi jawabannya. Bagian lemak keras yang menempel pada daging tidak meleleh ketika dimasak.
Maka, sandung lamur lebih pas dimasak untuk hidangan berkuah. Sebut saja, sop, soto, hingga asem-asem. Namun, lapisan lemak kerasnya turut berkontribusi pada rasa gurih campuran olahan bakso, sosis, maupun kornet.
Sancan (flank)
Sancan atau flank merupakan potongan daging dari otot perut sapi. Panjang, pipih, dan serat daging menonjol jadi ciri khas flank. Daging bagian ini paling pas diolah memakai metode memasak lambat dan basah guna melunakkan serat-seratnya. Sancan cocok dimasak menjadi semur atau oseng-oseng.
Sampil (chuck dan blade)
Sampil mencakup area punuk (blade) hingga ke bahu dan paha atas (chuck). Sampil memiliki serat daging padat dan agak liat. Namun, bagian ini mengandung jaringan ikat kolagen yang mengeluarkan aroma dan rasa khas. Daging asap biasanya memilih bagian punuk, sedangkan empal banyak memakai bagian chuck. Sampil juga dapat diolah menjadi daging giling untuk burger atau bakso urat.
Tips Memasak Daging Sapi Biar Empuk dan Gurih
Setelah memahami bagian daging sapi, kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya: memasak. Masih khawatir masakanmu gagal? Tenang, Nibble punya beberapa tips memasak daging sapi anti gagal yang bisa kamu coba di rumah.
Jangan cuci daging sebelum disimpan
Mencuci daging sapi segar dengan air kran justru memicu perkembangan bakteri. Tekstur daging pun berubah pucat dan berair. Solusinya, kamu cukup melap daging dengan tisu dapur untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Potong melawan arah serat
Ini rahasia paling penting! Cermati dulu garis serat pada daging. Potonglah daging secara melintang atau memotong serat tersebut. Trik ini ampuh untuk memperpendek serat daging sehingga daging lebih empuk dikunyah.
Manfaatkan bahan pengempuk daging alami
Ada beberapa cara tradisional untuk mengempukkan daging secara alami. Pertama, melumuri daging dengan parutan buah nanas muda. Kedua, bungkus daging dengan daun pepaya selama 15–30 menit sebelum dimasak.
Enzim alami keduanya ampuh untuk memecah protein daging sehingga daging lebih gampang empuk. Awas jangan terlalu lama karena dagingnya bisa hancur.
Pakai teknik 5-30-7 untuk merebus daging
Teknik 5-30-7 bisa kamu terapkan ketika merebus daging. Pertama, panaskan air sampai mendidih, kemudian rebus daging selama 5 menit.
Kedua, matikan kompor dan tutup rapat panci selama 30 menit. Jangan dibuka sama sekali ya, diamkan saja daging dalam panci. Kemudian, nyalakan lagi kompor dan rebus selama 7 menit. Cara demikian terbukti membuat daging lebih empuk plus lebih hemat gas!
Kamu sudah mengetahui berbagai jenis bagian daging sapi. Namun, menentukan daging sapi paling enak bagian apa tergantung pada apa yang mau kamu masak hari ini.
Ingin masak steak, pilih tenderloin atau rib eye. Mau bikin soto dengan kuah gurih mantap, bagian sandung lamur mesti kamu lirik.
Kunci kelezatan masakan daging pun sederhana: pilih bagian yang tepat, potong dengan cara yang benar, dan masak dengan sabar. Jadi lebih pede masak daging dong setelah baca ini? Selamat mencoba!