Daging Ikan Ada Bagian Gelapnya? Amankah Dikonsumsi?

ikan, Apa Itu Otot Gelap pada Ikan?, Mengapa Otot Gelap Bisa Muncul pada Ikan?, Nilai Gizi Otot Gelap pada Ikan, Tanda Otot Gelap pada Ikan Sudah Tidak Aman, Cara Aman Mengonsumsi Ikan dengan Otot Gelap
ikan

Ikan menjadi salah satu sumber protein yang baik. Namun pernahkah kamu menemukan adanya bagian daging berwarna lebih gelap di dekat tulang punggung atau di sepanjang tubuh ikan. Warna coklat kemerahan atau keabu-abuan yang bereda dengan daging ikan yang berwarna putih itu disebut otot gelap (dark muscle) pada ikan. Tapi, apakah bagian ini aman dimakan, atau justru menandakan ikan sudah tidak segar?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Para ilmuwan yang meneliti struktur otot ikan menemukan bahwa otot gelap merupakan bagian alami dari anatomi ikan. Faktanya, sebuah penelitian tentang oksidasi lemak pada otot ikan menunjukkan bahwa bagian ini mengandung lebih banyak lemak dan protein pengikat oksigen dibandingkan daging putih.

Hal ini membuatnya lebih bergizi, namun juga lebih cepat rusak. Memahami hal ini dapat membantu kamu menikmati ikan dengan aman tanpa harus membuang bagian yang sebenarnya masih baik.

Apa Itu Otot Gelap pada Ikan?

Otot gelap adalah bagian daging ikan yang warnanya lebih gelap, biasanya terletak di dekat tulang belakang atau di sekitar tulang rusuk. Berbeda dengan otot putih yang lebih lembut dan mudah hancur, otot gelap memiliki:

  • Kadar mioglobin lebih tinggi, yaitu protein yang menyimpan oksigen dan memberi warna lebih gelap pada otot.
  • Kandungan lemak dan mitokondria lebih banyak, karena bagian ini digunakan untuk aktivitas berenang yang terus-menerus.
  • Cita rasa dan tekstur yang khas, sebagian orang menilai rasanya lebih gurih dan kuat, sementara yang lain menganggapnya agak “amis.”

Jadi, otot gelap bukanlah tanda ikan rusak atau terkontaminasi, melainkan bagian alami dari tubuh ikan.

Mengapa Otot Gelap Bisa Muncul pada Ikan?

Ikan menggunakan otot yang berbeda untuk jenis gerakan yang berbeda pula.

  • Otot putih digunakan saat ikan bergerak cepat secara tiba-tiba, misalnya untuk menghindari predator.
  • Otot gelap berfungsi untuk berenang jarak jauh secara konstan.

Itulah sebabnya ikan seperti tuna, makarel, dan salmon memiliki otot gelap yang lebih menonjol, sementara ikan kecil atau yang jarang berenang jauh memiliki bagian otot gelap yang lebih sedikit.

Nilai Gizi Otot Gelap pada Ikan

Dibandingkan dengan daging putih, otot gelap justru bisa lebih bergizi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bagian ini mengandung:

  • Asam lemak omega-3 lebih tinggi, yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.
  • Lebih banyak vitamin dan mineral dibandingkan otot putih.
  • Cadangan energi lebih besar karena kandungan lemaknya yang lebih tinggi.

Selama ikan masih segar dan disimpan dengan baik, otot gelap aman serta bergizi untuk dikonsumsi.

Apakah masih tetap aman dimakan? Jawabannya masih tetap aman untuk dimakan. Namun, karena kadar lemaknya lebih tinggi, bagian ini lebih mudah mengalami kerusakan. Penelitian menunjukkan bahwa otot gelap adalah bagian pertama yang mengalami oksidasi lemak, sehingga bisa menimbulkan bau tengik, rasa tidak enak, dan penurunan nilai gizi.

Selama ikan masih segar dan penyimpanannya benar, otot gelap aman dikonsumsi. Tapi jika disimpan terlalu lama atau dalam suhu yang tidak tepat, bagian ini akan lebih cepat rusak dibandingkan daging putihnya.

Tanda Otot Gelap pada Ikan Sudah Tidak Aman

Perhatikan tanda-tanda berikut sebelum memasak ikan:

  • Bau tidak sedap yang kuat seperti asam, amonia, atau amis berlebihan.
  • Tekstur licin atau berlendir di sekitar bagian otot gelap.
  • Perubahan warna yang tidak biasa, seperti menjadi kehijauan atau keabu-abuan.
  • Penyimpanan terlalu lama tanpa pendinginan yang cukup.

Jika kamu menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya buang bagian otot gelapnya atau bahkan seluruh ikan jika kondisinya sudah parah.

Cara Aman Mengonsumsi Ikan dengan Otot Gelap

Agar tetap aman dan mendapatkan manfaat gizinya, lakukan langkah berikut:

  1. Beli ikan segar dari sumber terpercaya yang memiliki fasilitas pendinginan.
  2. Periksa kesegaran melalui aroma dan tekstur sebelum dimasak.
  3. Buang bagian otot gelap bila tampilannya meragukan.
  4. Masak hingga matang sempurna suhu dalam daging ikan minimal 63°C (145°F).
  5. Segera konsumsi dalam 1–2 hari, atau bekukan bila ingin disimpan lebih lama.