Berapa Konsumsi Daging Sapi yang Aman saat Idul Adha?

daging sapi, Idul Adha, Berapa Konsumsi Daging Sapi yang Aman saat Idul Adha?, Konsumsi daging sapi sebaiknya tidak lebih dari 70 gram per hari, Daging sapi tetap memiliki manfaat penting bagi tubuh, Cara mengonsumsi daging sapi agar lebih sehat saat Idul Adha, Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit

Perayaan Idul Adha identik dengan hidangan berbahan daging sapi dan kambing. Mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng menjadi menu favorit yang banyak disantap bersama keluarga. 

Namun, konsumsi daging merah secara berlebihan juga perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Terlebih jika dikonsumsi terlalu banyak, terutama bagian yang tinggi lemak dan daging olahan, risiko penyakit tertentu dapat meningkat. Lalu, sebenarnya berapa konsumsi daging sapi yang aman per hari?

Berapa banyak konsumsi daging sapi yang aman per hari?

Konsumsi daging sapi sebaiknya tidak lebih dari 70 gram per hari

Dikutip dari NHS, Rabu (27/5/2026), orang yang terbiasa mengonsumsi lebih dari 90 gram daging merah per hari disarankan menguranginya menjadi sekitar 70 gram per hari dalam kondisi matang.

Daging merah sendiri mencakup daging sapi, kambing, dan domba. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Jika dikonversikan, 70 gram daging matang kurang lebih setara dengan beberapa potong kecil daging sapi atau sekitar setengah porsi steak ukuran sedang. 

Jumlah ini dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa memberikan beban berlebihan bagi tubuh.

Meski demikian, bukan berarti masyarakat tidak boleh menikmati hidangan Idul Adha. Konsumsi daging tetap diperbolehkan selama porsinya dijaga dan diimbangi dengan makanan sehat lainnya seperti sayur, buah, dan sumber serat.

Daging sapi tetap memiliki manfaat penting bagi tubuh

Daging sapi dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi. Protein tersebut membantu memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung daya tahan tubuh.

Selain itu, daging sapi juga kaya zat besi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kandungan vitamin B12 di dalamnya turut membantu menjaga fungsi saraf dan kesehatan otak.

Menurut Nina Geiker, PhD, ahli nutrisi klinis dari Denmark, daging bisa menjadi bagian dari pola makan sehat bila dikonsumsi secara seimbang.

“Daging merupakan bagian dari pola makan sehat bersama biji-bijian utuh, buah, sayuran, ikan, dan air,” ujarnya, seperti disadur Everyday Health.

Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika masyarakat memilih potongan daging rendah lemak dan mengolahnya dengan cara yang lebih sehat.

Cara mengonsumsi daging sapi agar lebih sehat saat Idul Adha

Saat Idul Adha, masyarakat sering kali mengonsumsi daging dalam jumlah besar sekaligus. Padahal, pola makan seperti ini bisa membuat tubuh menerima asupan lemak jenuh dan kolesterol berlebih.

Untuk mengurangi risikonya, NHS menyarankan memilih bagian daging yang lebih sedikit lemak. Lemak putih yang terlihat pada daging sebaiknya dipotong sebelum dimasak.

Selain itu, metode memasak juga perlu diperhatikan. Memanggang, merebus, atau mengukus dinilai lebih sehat dibanding menggoreng karena tidak membutuhkan tambahan minyak berlebih.

Ahli gizi Courtney Pelitera, RD mengimbau agar memilih daging tanpa banyak lemak membantu tubuh tetap mendapatkan protein tanpa kelebihan lemak jenuh.

“Ini membantu memenuhi kebutuhan protein sekaligus menjaga massa otot dan membuat kenyang lebih lama,” katanya.

Tak kalah penting, konsumsi daging juga perlu diimbangi dengan sayuran dan sumber karbohidrat sehat agar pola makan tetap seimbang.

Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit

Meski lezat dan bergizi, konsumsi daging merah berlebihan tetap dapat memicu masalah kesehatan, terutama jika dilakukan terus-menerus.

Daging merah yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan diabetes.

Selain itu, konsumsi daging olahan seperti sosis, kornet, bacon, atau burger olahan juga perlu dibatasi karena biasanya mengandung garam dan pengawet dalam jumlah tinggi.

Momen Idul Adha sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk makan daging secara berlebihan. Menikmati hidangan khas tetap boleh dilakukan, tetapi dalam jumlah yang wajar agar kesehatan tetap terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang