Bagaimana Cara Masak Sarden agar Tetap Sehat Dikonsumsi?

cara masak sarden, Bagaimana Cara Masak Sarden agar Tetap Sehat Dikonsumsi?

Sarden kaleng termasuk makanan olahan (processed food), bahkan bisa dikategorikan sebagai ultra processed food (UPF) bila mengandung pengawet.

Meski demikian, sarden termasuk makanan tinggi protein dan lemak omega-3 yang berguna untuk mendukung fungsi otak, selama dimasak dengan tepat.

Lantas, bagaimana cara masak sarden yang tepat?

Cara masak sarden agar tetap sehat dikonsumsi

Jangan ditambahkan bumbu

cara masak sarden, Bagaimana Cara Masak Sarden agar Tetap Sehat Dikonsumsi?

Sarden termasuk makanan tinggi protein dan lemak omega-3 yang bermanfaat untuk otak. Bagaimana cara masak sarden agar tetap sehat?

Menurut Quality Assurance Specialist di industri makanan, Erwin Setiawan, sarden sebaiknya tidak ditambahkan bumbu apa pun.

"Jangan ditambahkan (bumbu) apa-apa karena memang sarden ya didesain bahan bakunya, natriumnya, gulanya, dalam satu kemasan atau dalam satu sajian orang mengonsumsinya," kata Erwin.

Dengan demikian, kamu hanya perlu memanaskan sarden kalengan hingga harum dan mendidih sebelum dikonsumsi.

Tambahkan sayuran

cara masak sarden, Bagaimana Cara Masak Sarden agar Tetap Sehat Dikonsumsi?

Sarden termasuk makanan tinggi protein dan lemak omega-3 yang bermanfaat untuk otak. Bagaimana cara masak sarden agar tetap sehat?

Bila ingin menambahkan bahan ke dalam tumisan sarden, sebaiknya tambahkan sayur-sayuran, seperti disarankan Erwin.

Metode menikmati sarden ini juga direkomendasikan oleh Ahli Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Toto Sudargo.

Mengingat sarden termasuk makanan kaleng tinggi natrium, kata Toto, sarden sebaiknya dikonsumsi berbarengan dengan sayuran.

Kombinasi lauk tinggi protein dan sayuran ini bakal membantu mengurangi kadar natrium tinggi dari sarden.

"Natrium itu akan tereduksi oleh serat sehingga ketika mengonsumsi sarden, sesungguhnya harus ada sayur-sayur yang menyertainya di situ," tutur Toto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

"Karena kalau (mengonsumsi) garam yang terlalu tinggi, kerja ginjal akan berat, ya," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang