Trik Bikin Bakwan Jagung Sedikit Tepung, Tak Lembek dan Renyah Walau Dingin
Bakwan jagung sering jadi gorengan favorit di meja makan, tetapi banyak yang mengeluh hasilnya terlalu lembek, berminyak, atau tidak renyah setelah dingin.
Kunci bakwan jagung yang padat dengan porsi tepung minimal ternyata terletak pada teknik memproses jagung dan komposisi adonan.
Resep bakwan jagung bumbu uleg ini dikutip dari buku "40 Resep Masakan ala Dona's Delight" (2020) karya Riyas Irmadona terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.
Di artikel ini, pembaca akan menemukan trik menguleg bumbu, mengolah jagung, dan mengatur tepung agar bakwan tetap renyah bahkan setelah tidak panas.
Resep bakwan jagung
Bahan
- 2 buah jagung
- 5 butir bawang merah
- 1 siung bawang putih
- 1 buah cabai merah besar
- 10 lembar daun jeruk, cincang
- 1 tangkai serai, cincang
- 1 ruas lengkuas
- 1 butir telur
- 1 sdm terigu
- Maizena secukupnya
- Garam
- Lada
- Daun bawang (opsional)
- Udang yang sudah dibumbui jahe (opsional)
Ilustrasi bakwan jagung
Cara membuat bakwan jagung bumbu uleg
- Uleg cabai, lengkuas, bawang putih, dan bawang merah hingga membentuk pasta kasar.
- Masukkan biji jagung, lalu tumbuk kasar. Jangan sampai lumat agar tekstur crunchy terjaga.
- Masukkan serai dan daun jeruk cincang, aduk rata.
- Pecahkan telur, campurkan ke dalam adonan.
- Masukkan maizena dan hanya sedikit tepung terigu sebagai pengikat.
- Beri garam dan lada, tes rasa.
- Panaskan minyak dalam wajan.
- Goreng adonan hingga keemasan.
3 Trik supaya bakwan tetap renyah walau dingin
1. Jagung cukup ditumbuk kasar, jangan diblender
Jika jagung diblender terlalu halus, teksturnya menjadi cair dan menyumbang air berlebih sehingga bakwan lembek. Tumbuk kasar saja agar jagung menyumbang gigitan renyah dan rasa manis natural.
2. Kurangi terigu, pakai maizena sebagai perenyah
Perbandingan ideal: 1 sdm terigu + 2–3 sdm maizena. Tepung maizena memberi tekstur kering dan garing saat goreng, sedangkan terlalu banyak tepung terigu membuat bakwan berat dan lembek.
3. Goreng dengan api sedang sampai bakwan benar-benar kering
Minyak yang terlalu panas membuat bakwan cepat gosong, tapi bagian dalamnya masih basah.
Sementara minyak yang kurang panas membuat bakwan menyerap minyak berlebihan.
Goreng hingga:
- berwarna kuning keemasan
- bagian pinggirnya berderak renyah
- keluar aroma daun jeruk
Hasil akhirnya bakwan tetap crunchy bahkan setelah dingin.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang