Plot Twist! Donald Trump Ampuni CZ tapi Tidak Tahu Siapa Dia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak tahu siapa Changpeng Zhao, pendiri dan kepala eksekutif Binance, meskipun telah mengampuni multimiliarder mata uang kripto tersebut pada Oktober 2025.
Donald Trump ditanya tentang pengampunan tersebut selama wawancara dengan program 60 Minutes CBS News, pekan lalu. Zhao, yang juga dikenal sebagai "CZ", mengaku bersalah atas tuduhan memfasilitasi pencucian uang pada 2023.
Ia menjalani hukuman empat bulan penjara dan setuju untuk mengundurkan diri sebagai CEO Binance, bursa kripto yang ia dirikan.
Perusahaannya telah bermitra dengan firma yang terkait dengan Donald Trump pada proyek mata uang digital baru termasuk Dominari Holdings, tempat putra-putranya duduk di dewan penasihat dan berkantor pusat di Trump Tower.
Pembawa acara 60 Minutes, Norah O'Donnell, bertanya kepada Donald Trump mengapa dirinya mengampuni Changpeng Zhao alias CZ meskipun jaksa penuntut pemerintah telah mengatakan bahwa dirinya menyebabkan 'kerugian signifikan terhadap keamanan nasional AS'.
"Saya tidak tahu siapa dia," kata Presiden AS, seperti dikutip dari situs BBC, Senin, 3 November 2025.
Donald Trump juga mengaku hanya diberitahu kalau pengusaha itu adalah korban 'perburuan penyihir' oleh pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden.
Selama wawancara, Trump juga membahas dukungannya terhadap mata uang digital dan mengatakan bahwa AS harus memastikan dirinya menjadi pemimpin dalam industri tersebut atau akan ada risiko China dan para pesaingnya memperoleh keuntungan dalam teknologi yang sedang berkembang tersebut.
Saat pengampunan diberikan, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut penuntutan Changpeng Zhao (CZ) di bawah pemerintahan Joe Biden sebagai bagian dari 'perang melawan mata uang digital', menepis kritik yang mengatakan pengampunan tersebut tampaknya dimotivasi oleh kepentingan finansial pribadi Donald Trump.
"Ini adalah kasus yang terlalu banyak dituntut oleh pemerintahan Biden. Jadi, presiden ingin mengoreksi ketidakadilan yang dilakukan pemerintahan Biden ini dan beliau telah menggunakan kewenangan konstitusionalnya untuk melakukannya," kata Leavitt.
Platform Binance tetap menjadi bursa aset kripto yang paling banyak digunakan di dunia untuk perdagangan mata uang digital.
Pemerintahan Trump sebelumnya menghentikan kasus penipuan terhadap pengusaha aset kripto Justin Sun, setelah investasinya di perusahaan aset kripto milik keluarga Donald Trump, World Liberty Financial.
Pada Mei 2025, diumumkan bahwa stablecoin yang diluncurkan oleh World Liberty Financial akan digunakan oleh perusahaan Abu Dhabi untuk investasi US$2 miliar (Rp33,39 triliun) di Binance.
Donald Trump juga telah mengampuni pendiri bursa aset kripto BitMEX, yang menghadapi tuduhan terkait pencucian uang, dan Ross Ulbricht, pendiri Silk Road, pasar web gelap yang dikenal sebagai tempat perdagangan narkoba.