Jamie Dimon Sentil Penyelidikan Powell, Trump Balas Tegas: Dia Salah
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kritik Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, terkait penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.
Pada Selasa, 13 Januari 2026, Dimon menyampaikan kekhawatirannya atas penyelidikan terhadap Powell yang berkaitan dengan biaya renovasi kantor pusat The Fed serta kesaksian Powell di hadapan Kongres mengenai proyek tersebut. Menurutnya, penyelidikan terhadap Powell justru berisiko menggerus kredibilitas dan independensi bank sentral AS.
“Semua orang yang kami kenal percaya pada independensi The Fed. Apa pun yang menggerus hal itu bukan ide yang baik," kata Dimon dikutip dari The Business Time pada Rabu, 14 Januari 2026.
Donald Trump dan Jerome Powell
Dimon menambahkan, penyelidikan justru memberikan dampak buruk terhadap reputasi The Fed di pasar. Setidaknya, kata Dimon, aksi Trump menyelidiki Powell berpotensi mengakibatkan kenaikan inflasi hingga suku bunga acuan.
"Menurut saya akan memiliki konsekuensi sebaliknya. Itu (penyelidikan Powell) akan meningkatkan ekspektasi inflasi dan mungkin menaikkan suku bunga lebih tinggi dari waktu ke waktu," imbuh Dimon.
Trump menilai Dimon keliru jika menganggap pemerikasaan terhadap Powell berpotensi merusak independensi bank sentral.
“Saya pikir apa yang saya lakukan sudah tepat. Saya pikir dia salah," tegas Trump.
Trump menekankan, tetap melanjutkan rencananya untuk mengumumkan pengganti Powell dalam beberapa pekan ke depan. Ia tidak peduli bahwa penyelidikan tersebut menuai kritik, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
Selain Dimon, kritik juga datang dari anggota Partai Republik di North Carolina, Senator Thom Tillis. Ia mengancam akan memblokir pencalonan baru di The Fed hingga persoalan tersebut diselesaikan.