Adik Denada Muncul, Ikut Sindir Ayah Kandung Ressa Rizky: Dia yang Harus Memberi Nafkah dan Bertanggung Jawab
Polemik pengakuan Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandung Denada kini merembet ke ranah keluarga besar. Kali ini, giliran Enrico Tambunan, adik kandung Denada, yang angkat bicara dan menyampaikan klarifikasinya ke publik.
Melalui sebuah video berdurasi 16 menit yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Enrico menanggapi berbagai tudingan yang berkembang, terutama yang menyeret nama mendiang ibundanya, Emilia Contessa. Ia secara tegas meminta untuk tidak menyudutkan sang ibu yang disebut-sebut terlibat dalam kisah hidup Ressa. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Enrico membantah keras pernyataan pihak Ressa yang menuding Emilia Contessa memperlakukan Ressa secara tidak layak, termasuk soal upah kerja. Menurutnya, sang ibu justru dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai kerja keras dan kasih sayang terhadap keluarga.
"Mama saya bukan orang yang seperti itu. Dia sangat amat sayang sama keluarganya. Dia mau mengajarkan untuk semuanya (keluarga) rajin bekerja," kata Enrico dalam video, dikutip Selasa 3 Februari 2026.

Tak hanya membela nama ibundanya, Enrico juga mengungkap kekecewaannya terhadap sikap Ratih yang enggan membuka identitas ayah kandung Ressa, meski disebut mengetahui siapa sosok tersebut. Ia mengaku baru mengetahui bahwa Ratih adalah ibu angkat Ressa pada Juni 2025.
Situasi ini membuat Enrico berada dalam posisi serba sulit, terutama saat harus berkomunikasi dengan Denada. Ia mengaku enggan menggali lebih jauh soal Ressa karena melihat kondisi emosional sang kakak yang begitu terpukul setiap kali topik itu dibahas.
"Setiap kali saya mencoba membawa omongan itu kepada kakak saya, kakak saya sangat amat sedih," tutur Enrico.
Enrico pun mengaku sebenarnya memiliki dugaan terkait siapa ayah kandung Ressa. Namun hingga kini, Denada belum pernah memberikan jawaban pasti. Menurut Enrico, topik tersebut menjadi luka emosional yang berat bagi sang kakak.
"Dia nggak mau bicarain (soal ayah kandung Ressa). Bahasa awamnya seperti orang yang PTSD. Mukanya sedih, campur marah. Jadi saya sangat amat kasihan," ungkap Enrico.
Lebih jauh, Enrico menyayangkan langkah pihak Ressa yang dinilainya justru menyerang keluarga Denada, alih-alih menuntut tanggung jawab dari sosok ayah biologis yang hingga kini belum terungkap ke publik.
"Dia bapaknya. Dia yang harusnya memberikan nafkah utama kalau menurut saya. Dia yang seharusnya bertanggung jawab," tandas Enrico.