Trump Puji Prabowo di Pertemuan Board of Peace: Dia Pria Tangguh, Saya Tak Mau Melawannya

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri rapat perdana Board of Peace di Washington DC
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri rapat perdana Board of Peace di Washington DC

Ungkapan itu disampaikan Trump saat pidato pembukaan dan menyapa satu persatu kepala negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Inilah pria yang saya amat sukai, dia adalah orang yang sangat tangguh, saya tak ingin melawannya, Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia," kata Trump dalam siarang daring di laman Youtube Gedung Putih, Kamis. 

Presiden AS Donald Trump memimpin pertemuan Board of Peace

Trump menyebut Prabowo sebagai orang besar karena memimpin negara besar seperti Indonesia dengan populasi penduduknya mencapai 240 juta orang

"Saya tanya ada berapa orang penduduk di Indonesia. Dia (Prabowo) bilang 'sekitar 240 juta orang'. Saya bilang, 'tidak, tidak, katakan lagi ada berapa banyak, Anda punya negara yang  sangat besar'," ujar Trump menirukan dialognya dengan Prabowo.

Trump kembali memuji Prabowo karena telah melakukan tugasnya dengan luar biasa dan dihormati orang.  

"Anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan dihormati oleh semua orang. Terima kasih Anda telah hadir disini, terima kasih banyak bapak Presiden," ungkap Trump 

Prabowo yang mengenakan setelah jas abu-abu dan kopiah hitam itu sempat tersenyum dan memberikan hormat atas pujian Trump tersebut. 

Dalam KTT perdana Dewan Perdamaian Gaza di Washington DC hari ini, Presiden Prabowo hadir memenuhi undangan Presiden Trump. Selaku tuan rumah dan inisiator Board of Peace. Prabowo akan menyampaikan pernyataan nasional dalam pertemuan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa pemimpin negara anggota lainnya juga turut hadir, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir. Kemudian, ada juga perwakilan dari Belarusia, Jordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, dan Israel. 

Susunan kegiatan acara tersebut meliputi pembukaan oleh Presiden Trump, pemaparan dari tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian, pernyataan pemimpin negara anggota, kemudian diakhiri dengan pemungutan suara dan penetapan resolusi.