Rahasia Bawang Goreng Renyah dan Tahan Lama, Bisa Pakai Tepung Ini
Bawang goreng telah lama menjadi pelengkap wajib bagi berbagai jenis masakan di Indonesia.
Aroma khas yang menggugah selera serta tambahan tekstur renyah di atas piring soto, sup, bakso, hingga nasi goreng, selalu berhasil meningkatkan cita rasa hidangan.
alih terus membeli produk siap pakai di pasaran yang belum tentu terjaga kualitasnya, membuat bawang goreng sendiri di rumah sebenarnya adalah pilihan yang jauh lebih cerdas, higienis, dan ekonomis.
Namun, tantangan terbesar dalam membuat bawang goreng rumahan adalah menjaganya agar tetap garing dan tidak cepat melempem.
Panduan bikin bawang goreng renyah dan tahan lama
Ternyata, kunci utamanya terletak pada penggunaan satu jenis tepung tertentu dan penerapan teknik penggorengan yang tepat. Berikut adalah panduan lengkapnya.
1. Pemilihan bahan baku
Langkah paling awal yang menentukan keberhasilan adalah pemilihan jenis bawang merah. Untuk mendapatkan hasil yang garing maksimal, disarankan menggunakan Bawang Sumenep atau Bawang Brebes.
Kedua varietas ini memiliki karakteristik bentuk yang cenderung agak kecil, lonjong, dan yang paling penting: memiliki kadar air yang relatif sedikit. Secara rasa, kedua jenis bawang ini memiliki sentuhan rasa manis alami yang sangat lezat saat digoreng.
Ilustrasi bawang merah.
Khusus untuk varietas Brebes, kelebihannya terletak pada aromanya yang jauh lebih tajam dan menonjol, sehingga mampu memberikan wangi yang sangat memikat pada masakan Anda.
Rahasia Rahasia: Sentuhan Tepung Maizena Kunci utama dari kerenyahan buatan rumah yang tahan lama terletak pada penggunaan tepung maizena. Menaburkan sedikit saja tepung maizena sebelum digoreng bertindak sebagai agen perenyah alami.
Namun ingat, jangan terlalu banyak! Jika berlebihan, bawang goreng Anda justru akan bertekstur tebal mirip seperti bawang merah goreng tepung (camilan).
2. Proses pembuatan
Proses pengolahan bawang merah memerlukan ketelitian pada setiap tahapannya agar air di dalam bawang dapat keluar secara maksimal tanpa membuatnya gosong atau pahit.
Langkah 1: Pengirisan yang konsisten
Iris tipis bawang merah dengan ketebalan yang pas—tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Jika diiris terlalu tebal, bawang mungkin akan terasa renyah di bagian luar namun tetap basah dan menyimpan air di bagian dalam.
Kondisi basah di dalam inilah yang menyebabkan kerenyahannya tidak bisa bertahan lama setelah disimpan.
Langkah 2: Proses pengeringan angin
Setelah selesai diiris, tata bawang merah secara melebar di atas tampah atau wadah datar. Biarkan diangin-anginkan dulu agar mengering secara alami selama kurang lebih setengah jam (30 menit).
Proses ini sangat krusial untuk memastikan kadar air di dalam potongan bawang semakin berkurang sebelum masuk ke dalam minyak.
Langkah 3: Pemberian tepung maizena
Setelah dianginkan, taburkan sedikit tepung maizena secara merata di atas irisan bawang merah tersebut. Campur atau aduk perlahan agar maizena menyelimuti permukaan bawang secara tipis untuk memberikan efek garing yang tahan lama.
Langkah 4: Teknik penggorengan dengan minyak kelapa
Untuk kerenyahan yang awet berhari-hari, gunakan minyak kelapa. Anda bisa menggunakan minyak sayur biasa, namun daya tahan renyahnya tidak akan sekuat jika menggunakan minyak kelapa.
- Masukkan bawang merah hanya ketika minyak sudah benar-benar panas.
- Segera turunkan suhu ke api kecil setelah bawang masuk.
- Goreng sambil terus diaduk secara konsisten agar matangnya merata dan kering betul hingga ke dalam.
Langkah 5: Mengangkat sebelum berwarna cokelat
Segera angkat bawang merah dari wajan begitu warnanya mulai berubah menjadi kuning keemasan. Jangan menunggu hingga warnanya menjadi cokelat tua di dalam minyak.
Indonesia duduki peringkat 7 kuliner terbaik di dunia versi TasteAtlas. Ini 5 faktanya.
Hal ini dikarenakan proses pematangan (proses memasak internal dari sisa panas minyak) masih terus berlangsung beberapa saat setelah bawang diangkat.
Bawang yang diangkat saat berwarna keemasan akan berubah menjadi cokelat eksotis yang pas dengan sendirinya saat mendingin.
Langkah 6: Proses penirisan yang tepat
Biarkan bawang goreng berada di atas alat peniris (saringan) selama beberapa saat hingga minyaknya benar-benar turun. Jangan langsung menuangkan bawang panas ke atas kertas minyak atau tisu dapur.
Minyak yang terserap pada kertas justru akan menggenang di bawah dan mengenai kembali bawang merah, membuatnya menjadi basah (berminyak) dan akhirnya kehilangan kerenyahan.
3. Penyimpanan agar awet
Setelah dipastikan minyak tiris sepenuhnya dan suhu bawang goreng sudah benar-benar dingin (mencapai suhu ruang), segera masukkan bawang goreng ke dalam wadah atau stoples yang kedap udara.
Tutup rapat stoples tersebut untuk mencegah masuknya udara luar yang membawa kelembapan.
Dengan menerapkan kombinasi jenis bawang yang tepat, bantuan sedikit tepung maizena, penggunaan minyak kelapa, serta teknik penggorengan yang sabar, bawang goreng renyah tahan lama siap menjadi pelengkap andalan di dapur Anda. Selamat mencoba!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang