Racikan Tepung Cumi Goreng, Renyah dan Tidak Alot
Cumi goreng tepung kerap jadi menu favorit di rumah makan seafood. Namun saat membuatnya sendiri di rumah, banyak orang mengeluhkan hasil cumi yang alot dan liat.
Padahal, tekstur cumi goreng yang ideal seharusnya renyah di luar dan empuk di dalam. Kunci utamanya terletak pada racikan bahan pelapis tepung dan teknik menggoreng yang tepat.
Resep dan tips ini dilansir dari buku Diet Ketogenik: Panduan & Resep Sehat (2018) karya Rini Handayani terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.
Bahan Cumi Goreng Tepung
- 250 gram cumi-cumi, cuci bersih, buang kulit ari, potong bulat
- Sejumput bubuk lada
- 1 sdt kaldu ayam bubuk
- 4 sdt bubuk bawang putih
Bahan pelapis (ayak jadi satu):
- 6 sdm tepung terigu
- 1 sdm tepung beras
- 1 sdm tepung maizena
- Sejumput bubuk lada
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1/2 sdt garam (sesuai selera)
Cara Membuat Cumi Goreng Tepung
- Campurkan cumi dengan lada, kaldu bubuk, dan bubuk bawang putih. Aduk rata, lalu simpan di dalam kulkas selama beberapa menit agar bumbu meresap.
- Keluarkan cumi dari kulkas, tambahkan dua sendok makan campuran tepung pelapis, aduk hingga permukaan cumi terselimuti tipis.
- Ambil cumi satu per satu, gulingkan ke sisa tepung pelapis sambil diremas ringan agar terbentuk lapisan kasar.
- Panaskan minyak dalam jumlah cukup dengan api sedang hingga benar-benar panas.
- Goreng cumi dengan waktu singkat sampai lapisan tepung kering dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan.
Tips agar Cumi Tidak Alot
Pastikan minyak goreng benar-benar panas dan jumlahnya cukup banyak. Menggoreng cumi dengan minyak yang sedikit atau belum panas membuat lapisan tepung lama kering.
Kondisi ini menyebabkan cumi terlalu lama terkena panas sehingga teksturnya menjadi liat dan keras.
Dengan racikan bahan pelapis tepung yang tepat dan teknik menggoreng yang cepat, cumi goreng tepung rumahan bisa renyah, gurih, dan tetap empuk saat disantap.
Cocok dijadikan lauk, camilan sore, atau menu pendamping nasi hangat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang