Utusan Khusus Trump Klaim Peluang Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Capai 50 Persen
Isu liar mengenai kemungkinan tim nasional Italia masuk ke putaran final Piala Dunia 2026 melalui jalur birokrasi mulai mencuat ke publik.
Hal ini bermula dari pernyataan Paolo Zampolli, utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk kemitraan global.
Paolo Zampolli mengklaim adanya peluang yang cukup besar bagi tim berjuluk Azzurri tersebut untuk menggantikan posisi Iran di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko musim panas mendatang.
Langkah kontroversial ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, yang membuat partisipasi tim dari Timur Tengah tersebut menjadi tanda tanya.
Italia, sebagai tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos kualifikasi, dipandang oleh Zampolli sebagai kandidat paling layak untuk mengisi kekosongan tersebut jika delegasi Iran terkendala masalah visa atau keamanan.
Paolo Zampolli, yang juga dikenal sebagai mantan agen model yang mempertemukan Melania Trump dengan suaminya, secara mandiri mendorong FIFA untuk mempertimbangkan pergantian tim.
Ia berencana menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membahas hal ini secara lebih serius.
Menurutnya, ketiadaan negara dengan sejarah sepak bola besar seperti Italia akan merugikan turnamen.
“Saya rasa peluang Italia untuk berpartisipasi di Piala Dunia lebih dari 50 persen,” kata Zampolli kepada RAI GR Parlamento dikutip dari Football Italia, Selasa (28/4/2026).
“Saya akan bertemu Gianni Infantino di Miami untuk GP Formula 1 akhir pekan ini. Seharusnya tidak ada Piala Dunia tanpa Italia, keputusannya ada di tangan Infantino dan Trump.”
Alasan keamanan dan proses birokrasi masuk ke negara tuan rumah menjadi poin utama yang ditekan oleh Zampolli.
“Saya melihat bahwa Iran masih belum dikonfirmasi karena perang, jadi saya bertanya kepada Infantino tentang kemungkinan Italia dipanggil kembali," imbuhnya.
Selain itu, saat ini sangat sulit mendapatkan visa, dan kami tidak ingin orang-orang yang berpotensi melakukan hal-hal buruk masuk ke negara ini.
Para pemain Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Iran vs Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Photo by ATTA KENARE / AFP)
Jika Anda mengirim orang-orang yang tidak diterima di Amerika Serikat, lebih baik mereka tidak datang.”
Penolakan dari Internal Sepak Bola Italia
Meski tawaran ini terlihat menggiurkan, usulan Zampolli justru mendapat penolakan keras dari berbagai tokoh penting di negeri asalnya.
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara tegas menyebut ide tersebut tidak pantas karena keberhasilan sebuah tim seharusnya ditentukan di atas lapangan hijau, bukan melalui lobi politik.
Senada dengan itu, Paolo Zampolli juga mengakui bahwa dirinya belum berkomunikasi langsung dengan Presiden Donald Trump terkait rencana spesifik ini.
“Saya belum berbicara dengan Trump, tetapi dia belum memutuskan apa pun," tegas Paolo Zampolli.
"Pemain Iran dipersilakan, tetapi Menteri Marco Rubio menegaskan bahwa kita tidak dapat mengizinkan masuknya orang-orang yang tidak mencintai Amerika Serikat.”
“Jika Iran tidak berpartisipasi, saya tidak tahu apakah kita siap untuk melibatkan pihak lain, tetapi apa pun bisa terjadi,” tambah sang pemain.
Zampolli juga menegaskan ambisi pribadinya melalui laporan Financial Times.
“Saya menegaskan bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," ungkapnya.
"Saya warga asli Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS."
"Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” tutup Paolo Zampolli
Sikap FIFA dan Respons Pihak Iran
Di sisi lain, FIFA sejauh ini masih menutup rapat peluang pergantian tersebut. Gianni Infantino sempat menegaskan bahwa tim nasional Iran tetap dijadwalkan hadir.
Kedutaan Besar Iran bahkan memberikan respons pedas dengan menyebut usulan ini sebagai bentuk "kebangkrutan moral".
Pihak Iran menekankan bahwa Italia meraih kejayaannya di dunia sepak bola melalui prestasi di lapangan, bukan melalui hak istimewa politik yang diberikan oleh pihak tertentu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang