Alasan Perwakilan Trump Ingin Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Wacana penggantian Timnas Iran dengan Timnas Italia di Piala Dunia 2026 mencuat di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Usulan tersebut disampaikan oleh utusan khusus Amerika Serikat, Paolo Zampolli, kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” ujar Zampolli kepada Financial Times.
“Sebagai orang Italia, akan menjadi mimpi melihat Azzurri bermain di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar, mereka memiliki sejarah dan status yang layak untuk ikut serta.”
Financial Times mengutarakan, berdasarkan sumber-sumber yang dekat dengan isu ini, bahwa rencana tersebut dilakukan untuk memperbaiki relasi antara Trump dan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang makin renggang usai serangan verbal Presiden AS tersebut kepada Paus Leo XIV terkait Perang Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di acara drawing Piala Dunia 2026 di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.
Italia Gagal Lolos, Iran Masih Belum Pasti
Timnas Italia sebelumnya gagal lolos ke putaran final setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di laga play-off.
Ini merupakan kali ketiga Azzurri absen di Piala Dunia.
Terakhir kali Timnas Italia bermain di Piala Dunia adalah pada edisi 2014 dan terakhir kali mereka bermain di fase knockout Piala Dunia adalah saat mengangkat trofi pada 2006.
Sementara itu, Timnas Iran telah memastikan tiket ke Piala Dunia sebagai salah satu wakil Asia.
Mereka menjadi tim ketiga yang lolos lewat jalur kualifikasi ke turnamen nanti setelah Jepang dan Selandia Baru.
Namun, partisipasi Ehsan Hajsafi dkk masih menjadi tanda tanya di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara mereka dan kebuntuan mengenai situasi Selat Hormuz.
Para pemain timnas Iran berpose dengan foto-foto anak-anak yang dilaporkan tewas dalam serangan AS di Iran, sebelum laga persahabatan antara Iran dan Kosta Rika, di Antalya, Turki selatan, pada 31 Maret 2026.
Kementerian Olahraga Iran sebelumnya menyatakan tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia karena alasan keamanan, tetapi kemudian mengubah sikap dengan federasi mereka mengutarakan bakal tetap berpartisipasi.
Mereka kini menunggu kejelasan dari FIFA terkait kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan dari Amerika Serikat ke Meksiko.
FIFA Tegaskan Iran Tetap Dijadwalkan Tampil
Hingga beberapa jam setelah kabar itu pertama mencuat, Reuters telah berupaya menghubungi Gedung Putih, FIFA, dan PSSI-nya Italia (FIGC) serta Iran (FFIRI) tetapi mereka belum memberi jawaban.
Setidaknya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, pernah menegaskan beberapa waktu lalu bahwa Iran tetap dijadwalkan tampil sesuai hasil kualifikasi.
“Tim Iran akan datang, tentu saja. Kami berharap situasinya akan damai. Itu pasti akan membantu,” kata Infantino dalam konferensi pers di Washington.
“Iran harus datang jika mereka ingin mewakili rakyatnya. Mereka telah lolos. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka seharusnya bermain.”
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tim Iran tetap “dipersilakan” tampil, meskipun mengakui adanya risiko terkait situasi keamanan.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait perubahan peserta, sementara FIFA tetap berpegang pada hasil kualifikasi yang telah ditetapkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang