Trump Minta Iran Tak Datang ke Piala Dunia 2026, Balasan Timnas Iran Menohok

Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali
Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali

Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran kini merembet ke dunia sepak bola. Tim Nasional Iran melontarkan respons tajam terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyinggung keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026.

Kontroversi ini bermula setelah Trump menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan jika Iran tetap tampil di turnamen tersebut. Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara Amerika Utara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, namun Iran yang berada di Grup G akan bertanding di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari pihak Iran yang merasa hak mereka sebagai peserta turnamen dipertanyakan.

Donald Trump seperti dilansir AP News sebelumnya menyampaikan bahwa kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 mungkin tidak tepat karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan tim tersebut. Ia menilai kondisi geopolitik yang sedang memanas di Timur Tengah bisa menimbulkan risiko keamanan bagi skuad Iran jika bertanding di Amerika Serikat. 

Skuad Timnas Iran

Meski demikian, Trump juga sempat menyatakan bahwa secara resmi Iran tetap diperbolehkan berpartisipasi di turnamen tersebut. Pernyataan ini muncul setelah pertemuannya dengan Presiden FIFA Gianni Infantino yang membahas persiapan Piala Dunia 2026.

Situasi ini membuat polemik semakin melebar karena pernyataan Trump dinilai bertentangan antara membuka pintu bagi Iran, namun sekaligus mempertanyakan kelayakan mereka untuk hadir.

Timnas Iran Balas Lewat Pernyataan Resmi

Menanggapi komentar tersebut, Timnas Iran memberikan balasan melalui unggahan resmi di akun Instagram mereka pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam pernyataan itu, Iran menegaskan bahwa tidak ada pihak yang berhak menghalangi mereka tampil di Piala Dunia selama telah lolos kualifikasi secara sah.

Mereka juga menyindir balik pernyataan Trump terkait keamanan turnamen.

"Satu-satunya pihak yang berpotensi dipertanyakan adalah negara tuan rumah apabila tidak mampu menjamin keamanan seluruh tim peserta selama turnamen berlangsung," tulis pernyataan Resmi iran.

Dengan pernyataan tersebut, Iran menegaskan bahwa keamanan selama turnamen adalah tanggung jawab tuan rumah, bukan dasar untuk meragukan kehadiran peserta yang telah lolos secara sah.

Iran Tegaskan Piala Dunia di Bawah Otoritas FIFA

Iran juga mengingatkan bahwa Piala Dunia merupakan kompetisi internasional yang berada di bawah kewenangan FIFA. Karena itu, keputusan mengenai siapa yang berhak tampil sepenuhnya ditentukan oleh federasi sepak bola dunia tersebut, bukan oleh pandangan politik individu atau pemerintah tertentu.

Iran sendiri berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi, sehingga secara aturan mereka memiliki hak penuh untuk tampil di turnamen tersebut.

Kontroversi ini menjadi salah satu isu yang menyelimuti persiapan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut diprediksi akan menghadapi tantangan geopolitik karena melibatkan negara peserta dari berbagai kawasan yang memiliki dinamika politik berbeda.

Di sisi lain, FIFA selama ini berupaya menjaga agar sepak bola tetap berada di luar pengaruh politik. Organisasi tersebut menekankan bahwa Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang menyatukan negara-negara di dunia.

Menteri Olahraga Iran Nyatakan Mundur dari Piala Dunia 2026

Diberitakan sebelumnya, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, secara terbuka mengecam Amerika Serikat dan menyebut negaranya tidak mungkin berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Pernyataan itu muncul setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan yang menurut Teheran dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Donyamali melontarkan kritik keras terhadap Washington.

“Karena rezim korup itu telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak bisa ikut Piala Dunia,” ujar Donyamali dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyinggung situasi keamanan di negaranya yang dinilai tidak memungkinkan untuk memikirkan kompetisi olahraga internasional.

“Anak-anak kami tidak aman. Pada dasarnya tidak ada kondisi yang memungkinkan kami berpartisipasi,” tegasnya.