Trump Larang Suporter 15 Negara Peserta Piala Dunia Masuk AS, Ini Respons FIFA
FIFA akhirnya angkat bicara menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan larangan perjalanan terhadap sejumlah negara peserta Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam pernyataan resminya, FIFA mengingatkan bahwa kepemilikan tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah. Federasi sepak bola dunia itu meminta para penggemar untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan imigrasi masing-masing negara penyelenggara sejak dini.
“Tiket pertandingan tidak menjamin masuk ke negara tuan rumah, dan penggemar harus mengunjungi situs web pemerintah masing-masing negara untuk mengetahui persyaratan masuk ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.
Trofi Piala Dunia
FIFA juga menekankan pentingnya pengurusan dokumen perjalanan lebih awal, mengingat waktu pemrosesan visa yang dapat memakan waktu panjang. “Mengingat waktu pemrosesan yang dibutuhkan, FIFA menyarankan agar permohonan visa diajukan sedini mungkin,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, FIFA mengumumkan rencana penerapan FIFA PASS bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026 yang akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
“Pemegang tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat berhak atas Sistem FIFA PASS yang baru diumumkan ketika sistem tersebut tersedia dalam beberapa minggu mendatang,” tulis FIFA.
Kebijakan ini muncul setelah Trump menegaskan sikap pemerintahannya yang menentang kunjungan warga negara tertentu ke Amerika Serikat. Pemerintah AS secara resmi menangguhkan permohonan visa bagi warga dari 75 negara untuk waktu yang tidak ditentukan, sebuah langkah yang disebut berdampak pada sekitar dua miliar orang di seluruh dunia.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memperketat kebijakan imigrasi. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, sebelumnya mengungkapkan alasan di balik larangan tersebut melalui unggahan keras di media sosial X.
“Saya baru saja bertemu dengan Presiden. Saya merekomendasikan larangan perjalanan penuh untuk setiap negara sialan yang telah membanjiri negara kita dengan para pembunuh, parasit, dan pecandu hak istimewa,” tulis Noem.
Ia melanjutkan pernyataannya dengan nada tegas, “Para leluhur kita membangun bangsa ini dengan darah, keringat, dan kecintaan yang tak tergoyahkan pada kebebasan, bukan untuk penjajah asing yang membantai para pahlawan kita, menguras uang pajak kita, atau merampas hak-hak warga Amerika. Kita tidak menginginkan mereka. Tidak satu pun.”
Akibat kebijakan tersebut, para penggemar dari negara-negara seperti Iran dan Haiti dipastikan tidak dapat hadir langsung di Piala Dunia 2026. Sementara itu, suporter dari Senegal, Pantai Gading, Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, dan Uruguay menghadapi ketidakpastian terkait rencana perjalanan mereka.
Delapan negara dalam daftar tersebut telah mengalami penangguhan pemrosesan visa imigran, sedangkan Senegal dan Pantai Gading berada di bawah larangan perjalanan sebagian. Daftar itu juga mencakup Irak, Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo, yang masih berpeluang lolos ke Piala Dunia melalui jalur play-off.