Cari Mitra Dapur MBG 'Brengsek', Prabowo: Saya Beri Kesempatan Kembali ke Jalan yang Benar!
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tak ingin ada mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang brengsek. Kepala Negara memperingatkan para mitra untuk kembali ke jalan yang benar.
Hal tersebut diungkap Prabowo dalam acara Membangun Generasi Masa Depan Indonesia Melalui Nutrisi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.
"Di sini tadi dilaporkan ke saya 5.000 mitra. Coba angkat tangan mitra-mitra. Angkat tangan mitra-mitra. Biar saya lihat tampang-tampang kalian. Angkat tangan mitra yang yakin dia mitranya yang baik, angkat tangan. Oke, turun mitra yang baik. Turun mitra yang baik," kata Prabowo.
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
"Mitra yang brengsek angkat tangan! Mitra yang brengsek angkat tangan! Enggak ngaku ya?Saudara-saudara, kalaupun saudara mitra yang brengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan, kembali lah ke jalan yang benar. Kembali lah ke jalan yang benar," sambungnya.
Prabowo menyarankan kepada mitra MBG yang 'brengsek' untuk melapor jika ingin selamat. Namun, jika mitra MBG yang 'brengsek' itu ingin menguji apakah dirinya lebih pintar dari NKRI, Prabowo mempersilakan mereka mencobanya.
"Jadi saudara-saudara, soalnya waktu saya minta mitra yang brengsek, enggak ada yang angkat tangan, ya sudah ya. Gue sudah warning loh ya," tegas Prabowo.
Di sisi lain, ia mengatakan MBG merupakan program penting untuk memajukan ekonomi Indonesia, khususnya di pedesaan.
"Kalau dapur-dapur berhasil, kalau program-program ini berjalan dengan bener, berarti ekonomi di desa akan hidup," kata Prabowo.
Ia menyebut apabila MBG berhasil, maka petani di desa akan meningkat penghasilannya dan tak diganggu tengkulak.
"Petani-petani akan meningkat penghasilannya. Dia tidak akan diganggu oleh tengkulak. Dia bisa mendapat suatu jaminan produknya, hasil keringatnya bisa diserap, bisa dibeli, dan dia bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik," imbuhnya.
Ilustrasi dapur MBG atau SPPG
Prabowo menjelaskan jika saat program mencapai kapasitas penuh, pemerintah menargetkan pemberian makanan bergizi kepada sekitar 83 hingga 85 juta penerima manfaat melalui sekitar 30 ribu dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Ia memperkirakan program tersebut mampu menciptakan sekitar 1,5 juta pekerjaan formal dan tambahan 1,5 juta pekerjaan lainnya yang tumbuh dari aktivitas ekonomi pedesaan.
"3 juta lapangan kerja! Uang yang beredar di desa akan sangat besar," tegasnya.