Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Aliansi Yayasan MBG Serukan Konsolidasi 'Revolusi Nutrisi'

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto

Ketua Aliansi Yayasan MBG Nusantara, Bungas T Fernando Duling mendukung penuh perombakan kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurutnya, perombakan yang terjadi pasca hari lahir Pancasila itu harus menjadi momentum untuk menyuntikkan kembali napas konstitusi ke dalam tata kelola lembaga tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping itu, pidato Prabowo terkait MBG beberapa hari lalu juga dinilai menjadi babak baru meneguhkan konsistensi negara dalam mewujudkan keadilan sosial. 

Kata Bungas, transformasi gizi melalui program MBG yang dikelola BGN ke depan tidak boleh sekadar menjadi komoditas ekonomi semata. Melainkan, manifestasi nyata dari Sila Kelima Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945.

"Pidato Presiden pada 3 Juni 2026 di Sentul Bogor adalah wujud nyata kehadiran negara. Kami menangkap pesan ini sebagai seruan 'Revolusi Nutrisi' yang harus segera dikonsolidasikan," kata Bungas dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.

Bungas yang juga Sekretaris Jenderal DPP Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) ini juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan moratorium yang berkeadilan dalam penataan zonasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Menurutnya, penataan jarak antar-dapur SPPG yang ketat dan sesuai petunjuk teknis (juknis) sangat krusial demi asas pemerataan. 

"Langkah ini diharapkan mampu melahirkan wajah baru BGN yang berbasis data akurat, sehingga penataan SPPG yang ideal akan menghasilkan data pertumbuhan generasi bangsa secara real-time. Integrasi satu data gizi ini bakal menjadi fondasi penting dalam memetakan intervensi nutrisi menuju visi Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan partisipatif untuk memastikan program strategis nasional ini berjalan murni sebagai transformasi gizi masyarakat dan bukan sekadar proyek komersial, Aliansi Yayasan MBG Nusantara mengumumkan akan membuka pintu lebar-lebar bagi kalangan akademisi dan mahasiswa. 

Mereka diajak untuk melakukan riset mendalam serta program live-in atau tinggal bersama warga di jaringan dapur SPPG Aliansi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, dia secara khusus menyerukan kepada seluruh kader ARUN, Aliansi Yayasan MBG Nusantara, serta KARAT (Komite Aksi Rakyat Teritorial) untuk merapatkan barisan. Tiga elemen ini diminta berkomitmen penuh dan bergerak bersama untuk berdiri tegak lurus menjadi "mata dan telinga" Presiden RI di lapangan. 

"Langkah ini demi memastikan Pasal 33 UUD 1945 dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia bukan lagi sekadar slogan, melainkan tersaji nyata di piring-piring makanan anak bangsa," pungkasnya.