Dino Patti Djalal Kritik Prabowo Sering ke Luar Negeri, Gerindra: Dampaknya Bawa Investasi Rp2.430 T
Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menyampaikan pihaknya menghargai seluruh bentuk kritik dan masukan dari berbagai pihak kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menegaskan kritik yang disampaikan eks Wamenlu Dino Patti Djalal perlu dicermati lebih dalam.
Menurutnya, seorang pemimpin negara harus bertemu langsung dengan para kepala negara lainnya jika ingin melakukan kerja sama di berbagai bidang, tak bisa hanya melalui sambungan telepon maupun aplikasi zoom.
Presiden Prabowo Kembali ke Jakarta
"Namun, kami kurang sependapat kalau harus disederhanakan bahwa kunjungan presiden itu tidak perlulah bertemu langsung dengan kepala-kepala negara lain, cukup melalui zoom atau sambungan telepon," kata Bahtra kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Alasannya, lanjut dia, kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang bertemu dengan pemimpin negara lain bisa mempermudah diplomasi atau kesepakatan yang akan dibangun.
"Karena presiden juga akan membawa rombongan delegasi banyak, misalnya Danantara diajak, terus kemudian Kadin diajak, dan kehadiran presiden di sana untuk mempermudah diplomasi atau negosiasi begitu misalnya ada sesuatu yang ingin disepakati, terutama kerja sama untuk hal-hal yang menyangkut tentang ekonomi," kata dia.
Di sisi lain, Bahtra menjelaskan Presiden Prabowo memberikan dampak positif saat berkunjung ke luar negeri. Selama perjalanan dinasnya itu, Prabowo disebut sudah membawa investasi kurang lebih Rp2.430 triliun.
"Kita lihat dampaknya, bahwa dengan kunjungan tersebut presiden bisa menghasilkan kurang lebih Rp2.430 triliun lebih kemudian bisa diinvestasikan di Indonesia," kata Bahtra.
"Jadi tidak boleh hanya sekedar kita apa namanya menyederhanakan sesuatu dan memang kehadiran presiden langsung kan bertemu dengan pemimpin-pemimpin lain itu bentuk penghargaan juga presiden terhadap kepala-kepala negara lain," sambungnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir berhasil membuahkan berbagai capaian konkret bagi kepentingan nasional Indonesia.
"Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," ujar Teddy.
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis
Teddy menjelaskan bahwa salah satu hasil nyata dari diplomasi tersebut adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS yang mampu menjaga stabilitas stok BBM serta harga BBM subsidi tetap terjaga di tengah krisis dunia. Selain itu, Indonesia juga telah berhasil mendapatkan tarif 0 persen untuk ekspor ke 25 negara Uni Eropa sejak tahun 2025.
Dalam sektor ekonomi, ia memaparkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat total investasi masuk mencapai Rp2.430 triliun selama 1,5 tahun terakhir. Teranyar, lawatan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu juga berhasil mendatangkan komitmen investasi tambahan sebesar Rp 575 triliun.