Alasan Prabowo Lebih Pilih Pakai Maung Ketimbang BMW-Mercy

Keputusan Presiden Prabowo Subianto memilih Pindad Maung sebagai kendaraan dinas terbilang unik dan berbeda. Sebab, pemimpin negara umumnya menggunakan mobil premium buatan Eropa, seperti BMW atau Mercedes-Benz. Apa alasan di balik pemilihan tersebut?

Saat pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Prabowo mengatakan, kualitas Maung memang jauh dari level BMW atau Mercy. Namun, sebagai pemimpin negara, dia ingin mempromosikan mobil 'buatan' anak bangsa.

"Jadi saya ngerti, ini kan mobil baru 1-2 tahun dibangun. Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes, ya kan? Saya sudah tidak bisa lagi (pakai mobil Eropa), saya pakai Maung," ujar Prabowo Subianto, dikutip Kamis (11/6).

Array,Alasan Prabowo Lebih Pilih Pakai Maung Ketimbang BMW-Mercy

Prabowo Subianto Foto: dok. Pemprov Lampung

Sebagai presiden Indonesia, kata Prabowo, dia ingin memberi contoh soal 'bangga menggunakan produk dalam negeri'. Itulah mengapa, dia tetap menggunakan Maung hingga sekarang.

"Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri. Kita sudah merintis, TNI pakai jip buatan putra-putri Indonesia. Presidenmu sekarang pakai mobil buatan rakyat sendiri," tuturnya.

"Beberapa hari yang lalu, saya dengar pembicaraan di antara anak buah saya, eh harga mobil ini dan itu berapa ya? Saya pikir, saya nggak bisa nanya begitu lagi. Suka nggak suka, karena saya Presiden, saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak Indonesia," tambahnya.

Padahal, selama menggunakan Maung, Prabowo mengungkapkan kerap menemukan sejumlah masalah. Mulai dari atap yang bocor hingga suara bising yang muncul saat melalui tanjakan. Namun, sekali lagi, dia maklum. Sebab, Maung masih terbilang muda dibandingkan mobil-mobil buatan Eropa.

"Suatu saat saya tidur di mobil, karena hujan deras di luar, tahu-tahu 'tek tek tek', saya bangun, rupanya bocor. Ya namanya baru, saya kirim kembali lah. Ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi" ungkapnya.

"Terus mobil dipakai naik gunung, gledak-gledak, tapi nggak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata dia menambahkan.